detikNews
Rabu 07 Februari 2018, 13:18 WIB

Bikin Panik Santri, Pria Gila Ini Dititipkan ke Dinsos Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Bikin Panik Santri, Pria Gila Ini Dititipkan ke Dinsos Sukabumi Pria mengalami gangguan jiwa ini sempat bikin panik santri salah satu ponpes di Sukabumi. (Foto: ist.)
Sukabumi - Sosok pria yang sempat membuat geger serta kepanikan warga dan santri Pondok Pesantren Al Islamiyah, Keluarahan Jayamekar, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, dibawa polisi ke kantor Dinsos Sukabumi. Dia mengalami gangguan jiwa sehingga dititipkan ke tempat tersebut lantaran polisi belum dapat menemukan anggota keluarganya.

Pria yang belum diketahui identitasnya ini pada Senin (5/2) malam dihadirkan polisi saat menggelar pertemuan dengan MUI, Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Sukabumi. Dia terlihat menggunakan kopiah baju lengan panjang coklat dan celana biru tua. polisi memborgol kedua tangan pria itu.

Polisi memastikan pria ini menderita gangguan kejiwaan. Hal ini berdasar pada pemeriksaan medis oleh dokter dari Dinas Kesehatan dan RSUD R Syamsudin SH.

"Hasil pemeriksaan kesehatan dia memang mengalami gangguan kejiwaan atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Hingga saat ini identitasnya masih belum diketahui karena bicaranya ngawur dan berubah-ubah," kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo kepada detikcom di Mapolres Sukabumi Kota, Rabu (7/2/2018).

Ia menjelaskan pria itu sempat menyebut nama tempat yang diakui sebagai tempat tinggalnya. "Kita antar ke lima lokasi, namun ketika kita didatangi tidak ada yang mengenal pria tersebut," lanjutnya.

Susatyo mengimbau agar warga pesantren tidak panik dan bereaksi main hakim sendiri saat menemukan persoalan yang sama. Menurut dia, waspada boleh tapi tidak berlebihan.

"Dia tidak membawa senjata tajam. ketika di interogasi oleh warga malam itu dia memang selalu menjawab dengan kalimat iya. Ditanya cari santri dan ulama, dia jawab iya. Saya tanya kamu cari kapolres dan mau bunuh kapolres saja, dia jawab iya. Nah cerita tanya jawab itu kemudian berkembang di media sosial, dibumbui akhirnya menimbulkan kecemasan," tutur Susatyo.

Rencananya pria tersebut diserahkan kepada Dinas Sosial Sukabumi dan tetap dalam pengawasan Dinas Kesehatan dan kepolisian. "Kita serahkan kepada Dinsos dan Dinkes untuk penanganan lanjutan, kami juga mengapresiasi langkah pihak pesantren yang segera menghubungi polisi ketika peristiwa ODGJ itu masuk area pesantren," ujar Susatyo.

Sekretaris Mejelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi M Khusoy mengimbau kepada masyarakat agar tidak terprovokasi isu ODGJ yang masuk ke area ke Ponpes Al Islamiyyah.

"Jangan berpikir yang macam-macam dengan diamankannya ODGJ yang masuk ke area pesantren di wilayah Baros itu. Sudah ditangani sepenuhnya oleh aparat kepolisian Dinsos dan Dinkes," ucap Khusoy.

MUI meminta kepada ulama, santri, ustaz dan warga agar tetap tentram serta tidak merasa terancam. "Terlebih kepada masyarakat agar tidak cepat mempercayai isu atau informasi hoax yang tidak bisa dipertanggungjawabkan yang mengarah kepada provokasi," kata Khusoy.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com