Kapolda Jabar Tegaskan Penganiaya Dua Ulama akan Diproses Hukum

Syahdan Alamsyah - detikNews
Jumat, 02 Feb 2018 16:23 WIB
Foto: Mochamad Solehudin
Foto: Mochamad Solehudin
Sukabumi - Peristiwa penganiayaan terhadap dua ulama di Jawa Barat membetot perhatian publik. Terlebih peristiwa itu terjadi dalam waktu yang berdekatan. Hasil penyelidikan kepolisian mengungkap dua pelaku dalam dua kejadian tersebut adalah penderita gangguan kejiwaan. Bagaimana proses hukumnya?

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto menjelaskan kedua pelaku tetap akan diproses hukum meskipun mengalami gangguan kejiwaan.

"Itu kan hakim yang nanti menentukan pasal 44 nya, kita tetap melakukan penyidikan, kita proses lagipula alat buktinya sudah dapat," kata Agung usai menggelar inspeksi pasukan di Lapang Merdeka Kota Sukabumi, Jumat (2/2/2018).

Agung menjelaskan penyidik akan mengetes kejiwaan kedua tersangka kepada ahlinya. "Kita tetap berkewajiban juga karena ada indikasi ke arah gangguan jiwa kita lakukan test psikiater itu hasilnya sekitar 2 minggu. Proses hukum tetap sama, kita siapkan berkas sampai kejaksaan kemudian diajukan sampai ke pengadilan," tandasnya.

Baca juga: Pimpinan Ponpes Al Hidayah Cicalengka Dianiaya Pelaku Pakai Kayu

Seperti diketahui, penganiyaan terhadap pemuka agama ini pertama terjadi pada Pimpinan Ponpes Al Hidayah KH Umar Basri (60) pada Sabtu (27/1/2018), di dalam masjid usai Salat Subuh. Umar dilarikan ke RS karena mengalami luka cukup parah. Dia dianiaya pelaku dengan kayu. Pelaku yang bernama Asep (50), diduga kuat mengalami gangguan jiwa.

Baca juga: Komandan Brigade Persis Tewas Dianiaya Tetangganya di Bandung

Selanjutnya mempunyai nama sama namun orang yang berbeda, Asep Maftuh (45) menganiaya Ustaz Prawoto, Komandan Brigader Persis hingga meninggal, Kamis (1/1/2018). Ustaz Prawoto dipukul kepalanya dengan pipa besi. Ia sempat dilarikan dulu ke RS, namun nyawanya tak tertolong.

(ern/ern)