Pemkab Cirebon Jamin Kebutuhan Pasutri Lansia Penghuni Gubuk

Sudirman Wamad - detikNews
Selasa, 30 Jan 2018 22:10 WIB
Warga menggotong kakek yang tinggal di gubuk terpal. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Cirebon - Wakil Bupati Cirebon Selly Andriany Gantia menengok kondisi pasangan suami istri (pasutri), Suhud (80) dan Tarmini (70) yang tinggal di gubuk. Selly sempat merayu pasangan yang tengah menikmati usia senja itu agar mau direlokasi. Pasalnya, gubuk terpal milik Suhud dan Tarmini itu berdiri di tanah milik orang lain.


Melihat kondisi Suhud yang lumpuh, suhu badannya tinggi, dan merasa sakit setiap hari. Pemerintah Kabupaten Cirebon berencana membawa Suhud ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arjawinangun Cirebon.

"Kakek dan nenek ini mau dipindahkan. Kita akan cek kesehatannya, terutama kakek. Melihat kondisinya seperti gejala cikungunnya. Kita sudah kordinasi dengan Dinkes dan RS Arjawinangun Cirebon," kata Selly usai menengok kondisi Suhud dan Tarmini di Gang Kikuta Blok Kapling Jaya, Desa Adi Darma, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa (30/1/2018).

Pemkab Cirebon Jamin Kebutuhan Pasutri Lansia Penghuni GubukWakil Bupati Cirebon Selly Andriany Gantia melihat langsung kondisi pasutri lansia yang tinggal di gubuk terpal. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Selly menceritakan sebelum menikahi Suhud, Tarmini menikah dengan almarhum Sakir asal Desa Kali Sapu, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon. Selama menikah dengan Sakir, lanjutnya, Tarmini memiliki enam anak, tiga di antaranya meninggal.

"Nanti kita akan kordinasi dengan keluarganya. Tadi ngobrol, masih punya anak dan cucu di Desa Kali Sapu. Saat ini pasangan kakek nenek ini tak memiliki identitas sebagai warga Cirebon. Nanti kita akan kordinasi dengan pihak Pemdes juga soal ini," ucapnya.

Selly merencanakan langkah alternatif. Rencananya Suhud dan Tarmini dirawat di panti jompo yang berada di Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. Kebutuhan Suhud dan Tarmini akan ditanggung pemerintah.

"Jangan sampai pasangan ini kembali lagi ke tempat ini. Karena, ini tanah dari pihak lain. Pasutri ini harus hidup layak, memang suaminya tak bisa bekerja karena sakit," ujar Selly.

[Gambas:Video 20detik]


Di tempat yang sama, Syahroni, mantan Sekdes Kali Sapu, mengatakan sebelum bersama Suhud, Tarmini memang menikah dengan Sakir.

"Punya anak enam, sekarang ada tiga namanya Sani, Jujur, dan Mangani. Tiga lainnya meninggal. Benar, dulu hidupnya di Kali Sapu," ucap Syahroni usai menengok Tarmini.

Dia menjelaskan sebelum tinggal di gubuk terpal, Tarmini sempat tercatat sebagai warga Desa Kali Sapu. Namun, setelah Sakir meninggal Tarmini jarang balik di Desa Kali Sapu.

"Anaknya masih di Cirebon semua. Sudah bekerja, ya nanti dikoordinasikan dengan anaknya. Katanya anaknya juga sering mengajak ibunya untuk pindah, tapi gak tahu kenapa ibu ini masih di sini," kata Syahroni yang saat ini menjabat sebagai petugas Satpol PP di Kecamatan Gunungjati. (bbn/bbn)