Panwaslu Periksa Pejabat Pemkab Bandung yang Foto Bersama Cawagub

Wisma Putra - detikNews
Selasa, 30 Jan 2018 16:58 WIB
Ilustrasi Pilgub Jabar, (Foto: Ilustrasi: Mindra Purnomo)
Kabupaten Bandung - Kepala Harian BPBD Kabupaten Bandung inisial AJ memenuhi panggilan Panwaslu Kabupaten Bandung berkaitan tersebar fotonya bersama dengan Bakal Calon Wakil Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. AJ diduga melanggar Kode Etik Aparatur Sipil Negara (ASN) karena menunjukkan perbuatan yang mengindikasikan keberpihakan kepada pasangan calon tertentu berkaitan Pilgub Jabar 2018.

AJ mendatangi kantor Panwaslu Kabupaten Bandung di Jalan Bhayangkara, Soreang, Kabupaten Bandung, Senin (30/1/2018). Ia datang bersama Kepala Kesbangpolinmas Kabupaten Bandung Iman Irianto.


Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antarlembaga Panwaslu Kab Bandung Hedi Ardia berharap semoga kasus serupa tidak kembali terjadi terlebih saat ini akan memasuki masa kampanye Pilgub Jabar. Menurut dia, bukan tidak mungkin kasus serupa akan terulang kembali.

Hedi mengingatkan agar para abdi negara bisa menjaga marwahnya dengan tidak terseret-seret dalam kegiatan politik praktis. "Ada dua mekanisme pengawasan yang kami lakukan yakni pencegahan dan penindakan. Sebelum melakukan tindakan tentu saja kami harus melakukan upaya pencegahan dan hal itu terus kami lakukan termasuk dalam hal menjaga netralitas ASN di Kab Bandung," katanya via pesan singkat.

Ia mengungkapkan beberapa pekan sebelumnya pihaknya telah melayangkan surat imbauan kepada pejabat pembina kepegawaian di lingkungan Pemkab Bandung yang isinya mengingatkan agar ASN di Kabupaten Bandung tidak mengunggah, menanggapi atau menyebarluaskan foto bakal calon kepala daerah.

Selain itu, PNS dilarang berfoto bersama dengan bakal calon kepala daerah atau wakil kepala daerah dengan mengikuti simbol tangan atau gerakan yang digunakan sebagai bentuk keberpihakan. Apalagi melakukan gerakan jempol tangan jelas itu bukan tanpa makna.

"Yang bersangkutan telah mengakui bahwa itu fotonya. Tapi, dia mengaku dalam kondisi terdesak sehingga harus melakukan foto bersama karena kapasitasnya sebagai tuan rumah lantaran istrinya anggota dewan dari Partai Golkar," ucap Hedi.


Selama pemeriksaan, Panwaslu telah mengajukan sejumlah pertanyaan mengenai aktivitasnya bersama Dedi Mulyadi yang merupakan bakal calon wakil gubernur Jabar. Salah satu poinnya soal kebenaran foto tersebut.

Hedi menjelaskan alasan apapun berhak disampaikan oleh yang bersangkutan untuk membela dirinya, yang pasti Panwaslu Kabupaten Bandung akan melakukan kajian atas narasi yang disampaikan untuk selanjutnya memberikan rekomendasi kepada Bawaslu Jabar. Setelah itu, Bawaslu Jabar bakal meneruskannya ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

"Bahkan tak hanya KASN, rekomendasi itu pun disampaikan juga ke Inspektorat. Mengenai sanksi yang diberikan itu sepenuhnya merupakan kewenangan dari KASN. Kalau pada akhirnya dianggap bersalah, tentu pelaksanaan sanksinya akan kami kawal juga," kata Hedi. (bbn/bbn)