DetikNews
Selasa 30 Januari 2018, 12:42 WIB

Polda Jabar Investigasi Pabrik yang Buang Limbah ke Citarum

Mukhlis Dinillah - detikNews
Polda Jabar Investigasi Pabrik yang Buang Limbah ke Citarum Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Bandung - Polda Jabar segera menindaklanjuti temuan puluhan pabrik yang membuang limbah cair di aliran Sungai Citarum. Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto sudah menerjunkan tim investigasi untuk membuktikan temuan tersebut.

Tim Survei Penataan Ekosistem Citarum merilis 31 pabrik yang membuang limbah cair di aliran Citarum. Tim survei terdiri dari Kodam III/Siliwangi, Dinas Lingkungan Hidup, pegiat lingkungan, dan relawan. Survei berlangsung sejak 17 Januari hingga 23 Januari 2018.

"Itu fakta sosial yang harus ditindaklanjuti dengan fakta yuridis. Fakta sosial belum tentu bisa diajukan ke pengadilan," kata Agung saat memberikan pemaparan dalam Rapim TNI-Polri se-Jabar dan Banten di Graha Tirta, Jalan Lombok, Kota Bandung, Selasa (30/1/2018).


Ia menuturkan siap menerjunkan tim investigasi guna menyelidiki langsung di lapangan. Selain itu, polisi bekerja sama dengan penyelidik dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk penelusuran tersebut.

"Penyelidik akan ke sana untuk cek, kami harus yakin pabrik buang limbah ke situ. Lalu kami dibantu penyelidik KLHK akan turun sama-sama," ujar Agung.


Dia menegaskan pelaku industri yang terbukti membuang limbah ke Citarum akan diproses sesuai aturan yang berlaku. Pihaknya belum dapat memastikan jenis sanksi apa yang akan diterima oleh pabrik-pabrik nakal tersebut.

"Kalau benar-benar terbukti akan kami proses hukum. (Sanksi) tunggu saja. Tahun ini saja sudah delapan perusahaan kita proses," ucap Agung.

Pangdam III/Siliwangi Mayjen Doni Monardo mengaku mengapresiasi langkah Polda Jabar terhadap pelaku industri pencemar Citarum. Ia berharap penegakan hukum penjahat lingkungan ini berlangsung konsisten.

"Ini momentum TNI - Polri diberikan mandat oleh negara untuk menyelesaikan persoalan Citarum. Khususnya dalam penegakan hukum, Polda Jabar jadi garda terdepan. Kami harap ini berlangsung konsisten," kata Doni.


Ia meminta kepada jajaran TNI dan Polri untuk serius menangani Citarum yang komplek. Sebab, sambung dia, jutaan masyarakat Jabar dan DKI Jakarta bergantung terhadap air yang mengalir di Citarum

"Kalian (prajurit Kodam Siliwangi) bisa sukses tugas operasi di berbagai tempat seperti di dalam dan luar negeri, tapi kenapa kerusakan ekosistem di Jabar dibiarkan? Kini kalian bisa berkontribusi secara nyata untuk menata dan melindungi ekosistem di Jabar. Karena ini menyangkut hidup banyak orang. Bukan hanya sekarang, tapi nanti generasi penerus kita," ucap Doni.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed