Curi Barang Siswi Sukabumi, 'Ratu Hipnotis' Ngaku Terjerat Rentenir

Syahdan Alamsyah - detikNews
Kamis, 25 Jan 2018 17:16 WIB
Mamah Ica menggondol emas hingga ponsel milik para siswi di Kota Sukabumi dengan modus hipnotis. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Mamah Ica menggondol emas hingga ponsel milik para siswi di Kota Sukabumi dengan modus hipnotis. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi - IR alias Mamah Ica (50) melakoni penipuan dan pencurian dengan modus hipnotis yang sasaran korbannya ialah siswi SD dan SMP di Kota Sukabumi. Perempuan berjuluk 'ratu hipnotis', lantaran kerap melancarkan aksi kejahatannya itu, terpaksa nekat berulah kriminal gara-gara terjerat rentenir.

Mamah Ica mengaku memiliki utang kepada lintah darat sejak setahun terakhir. Dia enggan menyebut jumlah utangnya itu. Barang hasil curiannya itu dijual pelaku untuk melunasi tagihan rentenir.

"Sejak setahun ini (beraksi) karena punya utang ke rentenir," kata Mamah Ica di Mapolres Sukabumi Kota, Kamis (25/1/2018).


Polisi menyebut Mamah Ica mengincar barang berharga milik pelajar dengan modus hipnotis. Namun Mamah Ica membantah mempelajari hipnotis.

Dia menyebut hanya mengalihkan perhatian korbannya yang mayoritas anak perempuan berstatus pelajar SD dan SMP. Pelaku sengaja membidik para bocah lantaran lebih mudah untuk dialihkan perhatiannya.

"Saya tidak punya hipnotis. Saya hanya mengalihkan perhatian mereka saja. Saya suruh mereka berbelanja kemudian saya janjikan uang, barang-barang mereka saya minta disimpan di satu tas lalu, saya ambil. Melalui kata-kata saja, mengalihkan mereka," ujar Mamah Ica.


Ia lalu menjual semua barang curin milik korban. "Uangnya saya kumpulin untuk bayar hutang," kata Mamah Ica.

Kini 'ratu hipnotis' mendekam di sel tahanan Mapolres Sukabumi Kota. Polisi menduga masih banyak korban aksi pelaku yang belum membuat laporan.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo mengingatkan agar anak-anak pelajar ekstra waspada saat berjumpa dengan orang yang baru kenal. Ia mengimbau kepada orang tua yang memiliki anak SD dan SMP untuk selalu mengarahkan tidak sembarangan berkomunikasi dengan orang tak dikenal.

"Ini jadi pukulan keras untuk warga Kota Sukabumi. Khususnya yang memiliki putra-putri masih sekolah untuk tidak sembarangan berkomunikasi, apalagi sampai diajak oleh orang tak dikenal," kata Susatyo di Mapolres Sukabumi Kota.


Dia meminta kalangan pelajar di Sukabumi tidak keluyuran setelah sekolah. Seharusnya, sambung Susatyo, para pelajar langsung pulang ke rumah.

"Harus ada komunikasi terjalin antara wali kelas dan orang tua murid. Ketika terlambat pulang, sementara kelas sudah selesai, wajib dipantau. Kemana dan sama siapa anaknya? Kita harus bersama-sama mencegah terjadinya aksi kejahatan serupa terulang," tutur Susatyo. (bbn/bbn)