Begini Cerita Ditangkapnya 'Ratu Hipnotis' di Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Kamis, 25 Jan 2018 15:01 WIB
Info pelaku pencurian modus hipnotis di Sukabumi yang viral di medsos. (Foto: tangkapan layar Facebook)
Info pelaku pencurian modus hipnotis di Sukabumi yang viral di medsos. (Foto: tangkapan layar Facebook)
Sukabumi - Teguh Riman sempat geram. Warga Sukabumi itu kesal lantaran sang adik menjadi korban pencurian modus hipnotis seorang perempuan inisial RI alias Mamah Ica (50). Ia berangsur tenang setelah wajah dan ciri-ciri 'ratu hipnotis' tersebut terungkap berkat media sosial (medsos).

Mamah Ica kerap mengincar anak-anak perempuan berstatus siswi SD dan SMP di Kota Sukabumi. "Adik saya dan tiga temannya jadi korban, ponsel dan barang-barangnya diambil. Saat itu, dia dan teman-temannya sempat dibawa dari Kota Sukabumi ke wilayah Cibadak dengan alasan untuk membeli barang buat yayasan," kata Teguh kepada detikcom via telepon, Kamis (25/1/2018).


Setiba di Cibadak, rombongan siswi SMP itu diminta Mamah Ica untuk mengumpulkan seluruh barang berharganya. Barang berupa ponsel hingga uang haris disimpan dalam satu tas milik seorang korban. Korban manggut lantaran pelaku menyebut daerah Cibadak rawan jambret.

"Empat korban dipecah. Dua orang disuruh belanja di grosir, dua lainnya ikut dia (pelaku) ke salah satu toko pakaian, termasuk yang bawa tas berisi ponsel dan perhiasan. Nah dua orang yang bersama dia disuruh menyusul temannya dan meminta tas berisi barang-barang tadi dititipkan. Saat dua anak ini nyusul, dia langsung pergi," tutur Teguh.

Saat itu identitas pelaku belum terungkap. Hingga akhirnya 'ratu hipnotis' tersebut kembali melakoni aksi pencurian pada 21 Januari lalu. Salah satu korban, inisial P (14), sempat memfoto wajah perempuan tersebut.

Foto tersebut kemudian diunggah warganet bernama Agus di grup Sukabumi Facebook. "Korban berinisial P ini sedang diperdaya oleh pelaku. Korban menerima telepon dari orang tuanya karena sudah hampir sore belum pulang. Korban P ini kemudian mengambil gambar pelaku dan mengirimkannya melalui WhatsApp, maksudnya menjelaskan ke orang tuanya dia sedang mengantar ibu-ibu (pelaku) ini," ujar Teguh.
Begini Cerita Ditangkapnya 'Ratu Hipnotis' di SukabumiMamah Ica menggondol emas hingga ponsel milik para siswi di Kota Sukabumi dengan modus hipnotis. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Saat itu ponsel milik P dan barang berharga teman-temannya digondol pelaku. "Foto itu saya dapatkan dari keluarga P, lalu saya posting dan viral. Sampai akhirnya ada yang menelepon saya dan mengenali dia, saya koordinasi dengan polisi dan akhirnya dia berhasil ditangkap," ucap Teguh.

Proses penangkapan Mamah Ica berlangsung pada Senin 22 Januari. Agus mengungkapkan dalam catatannya jumlah korban kejahatan 'ratu hipnotis' tersebut lebih 100 orang. Catatan itu dia kumpulkan dari beberapa korban yang mayoritas masih anak-anak.

"Orang tua P ini kan anggota polisi, dia menyebut korbannya 125 orang, termasuk saudara saya. Mereka rata-rata mengenali jika pelakunya memang ibu-ibu (Mamah Ica) itu," ujar Teguh.

Kasus tersebut ditangani Satreskrim Polres Sukabumi Kota. "Korban melapor baru ada sembilan orang, diduga masih banyak korban lainnya yang belum membuat laporan kepolisian. Kita masih kembangkan dan gelar penyelidikan," kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo. (bbn/bbn)