DetikNews
Senin 22 Januari 2018, 12:23 WIB

Harga Melonjak, Bulog Cirebon Gelar Operasi Beras

Sudirman Wamad - detikNews
Harga Melonjak, Bulog Cirebon Gelar Operasi Beras Foto: Sudirman Wamad
Cirebon - Harga beras di pasaran masih belum stabil, seperti beras kualitas medium. Bulog Sub Divre Cirebon melakukan operasi beras di sejumlah pasar untuk menstabilkan harga.

Harga beras kualitas medium di pasaran masih melebihi harga eceran tertinggi (HET). Harganya tembus hingga Rp 10.000 per kilogramnya. Kasie Analisa Harga dan Pasar Bulog Subdrive Cirebon Trilia Asmarati mengatakan melonjaknya harga beras medium tersebut karena sedang mengalami kelangkaan di pasaran.

"Kita gelar operasi beras ini di dekat pasar, salah satunya di Pasar Arjawaningun ini. Kita dibantu oleh 29 mitra kerja, pemilihan lokasinya di dekat pasar. Seperti ini. Tujuannya untuk stabilisasi harga beras," kata Trilia saat ditemui detikcom di Pasar Arjawinangun Cirebon, Senin (22/1/2018).

Baca Juga: Serangan Zonk dan Was-was Impor Beras

Trilia menjelaskan HET beras medium seharusnya pada angka Rp 9.450 per kilogramnya, hal itu tercantum dalam Permendag Nomor 57/2017. Namun, ia mengatakan, sebelumnya di pasaran HET beras medium paling rendah Rp 10.000 per kilogramnya.

"Paling murah itu Rp 10.000 per kilogram sebelumnya. Sekarang sudah ada penurunan hingga Rp 9.500 per kilogram, artinya sudah mendekati HET. Kita terus lakukan operasi pasar untuk menurunkan harga hingga sesuai HET," katanya.

Trilia mengatakan dalam operasi beras tersebut pihaknya dan mitra kerja Bulog menjual beras medium dengan harga Rp 8.500 per kilogramnya. Masyarakat pun berbondong-bondong menggruduk operasi beras tersebut.

Trilia juga menjamin stok beras medium di gudang Bulog Subdivre Cirebon masih aman hingga lima bulan ke depan. Saat ini, Bulog masih menyimpan 24.000 ton beras medium.

"Masih cukup untuk sampai lima bulan ke depan. Maret nanti juga kan musim panen, nanti ada stok tambahan lagi," ucapnya.

Salah seorang warga, Adi Salun (42) warga Desa Jungjang, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon mengaku bersyukur adanya operasi beras. Adi pun membeli lima kilo gram beras.

"Ya kalau di warung-warung bisa sampai Rp 10.000 per kilogramnya. Selisihnya Rp 2.000 per kilonya, lumayan ngirit. Berharap sih ada terus," kata Adi usai membeli beras.



(avi/avi)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed