Buang Limbah ke Citarum, Tiga Tempat Laundry Ditutup Polisi

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Senin, 22 Jan 2018 12:08 WIB
Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto memperlihatkan barang bukti. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Bandung - Polisi menutup tiga unit usaha jasa pencucian di kawasan Sungai Citarum. Tiga tempat itu terbukti membuang limbah beracun ke Citarum.

"Tiga perusahaan sudah di police line dan tidak boleh beraktivitas lagi," ujar Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin (22/1/2018).


[Gambas:Video 20detik]


Baca juga: Jokowi Perintahkan Tindak Tegas Pabrik yang Cemari Citarum

Tempat usaha laundry yang berada di Kabupaten Bandung itu terdiri Xpress Laundry, Ciharuman Laundry dan Elvito Washing. Aktivitas bisnis laundry mereka telah mencemari Citarum.

"Tiga perusahaan itu sudah terbukti membuang limbah," kata Agung.

Selain membuang limbah, kata Agung, ketiga perusahaan tersebut juga terbukti menyalahi administrasi. Dari penyelidikan petugas Tipidter Ditreskrimsus Polda Jabar yang dipimpin Kasubdit AKBP Donny Eka, ketiga perusahaan tersebut tidak mengantongi izin instalasi pengolahan air limbah (IPAL).


Baca juga: Menko Luhut Minta Penanganan Citarum Dikerjakan Terpadu

"Rata-rata perusahaan dalam membersihkan pakaian dengan bahan kimia lalu limbahnya dibuang ke Citarum. Dalam sehari ada lima ratus potong pakaian. Bayangkan satu bulan berapa dan setahun berapa. Nah berapa limbah yang dihasilkan dan dibuang," tuturnya.

"Rata-rata mereka sudah berjalan cukup lama, lima tahun," kata Agung menambahkan.

Polisi hingga saat ini baru menetapkan tiga perusahaan sebagai terlapor. Polisi masih menunggu hasil uji laboratorium untuk menaikkan status terlapor menjadi tersangka.

"Kita kedepankan hasil lab. Apakah identik atau tidak. Kemudian hasilnya nanti kita tingkatkan menjadi tersangka. Pemilik belum ditahan, nunggu hasil lab," kata dia.


Baca juga: Air Sungai Citarum 10 Tahun Lagi Harus Laik Minum

Polda Jabra, Agung menegaskan, serius menangani pembuangan limbah ke Sungai Citarum. Polisi siap memproses hukum kepada pelanggar.

"Ini menjadi perhatian bagi kita dibantu Kodam Siliwangi. Penanganannya serius, karena selain merusak kita juga perlu bertanggung jawab terhadap kesinambungan anak cucu kita nanti," tutur Agung. (bbn/bbn)