DetikNews
Minggu 21 Januari 2018, 14:31 WIB

KLHK Ajari Ribuan Pelajar di Bandung Kelola Sampah

Dony Indra Ramadhan - detikNews
KLHK Ajari Ribuan Pelajar di Bandung Kelola Sampah Foto: Dony Indra Ramadhan
Bandung - Sekitar 1.500 pelajar di Kota Bandung berkumpul di Balai Kota Bandung, Minggu (21/1/2018). Mereka diajari bagaimana mengelola sampah. Acara yang interaktif ini mampu membuat para pelajar bertahan hingga akhir acara.

Acara bertajuk 'Sayangi Bumi' ini digagas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Menteri Lingkungan Hidup (LHK) Siti Nurbaya, Dirjen Pengelolaan Sampah Limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3) KLHK Rosa Vivien Ratnawati dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil hadir dalam acara ini.

Pembelajaran soal sampah terhadap pelajar ini dilakukan secara interaksi langsung. Menteri Siti Nurbaya memberikan kuis kepada para pelajar yang hadir. Kegiatan berlangsung cair dan gembira.

Para pelajar dari berbagai tingkatan sekolah ini tampak antusias. Mereka duduk bersila membentuk setengah lingkaran menghadap pada para narasumber.

Siti Nurbaya langsung melontarkan pertanyaan tentang sampah. "Siapa yang tahu apa pengertian sampah organik," kata Siti.

Selang beberapa detik, seorang bocah perempuan bernama Deira mengacungkan tangan dan maju ke depan. Dengan lugas, bocah yang mengenakan seragam pramuka ini menjawab pertanyaan Siti.

"Sampah organik itu yang bisa terurai seperti bekas makanan dan sayuran," jawab Deira.

Para pengunjung lain bersorak sambil bertepuk tangan usai jawaban dilontarkan bocah mungil tersebut. Tak hanya itu, Deira juga mendapat sepeda dari PT PLN.

Edukasi dengan cara sesi tanya jawab itu berlanjut hingga pertanyaan ke jenjang tingkatan SMA. Peserta yang punya kesempatan, sukses menjawab pertanyaan itu.

Dirjen PSLB3 KLHK Rosa Vivien Ratnawati mengatakan peran pelajar sangat penting dalam penanganan sampah nasional. Sebab, pelajar merupakan salah satu generasi penerus yang bisa menjaga keutuhan lingkungan sekitar dari sampah.

"Kita ingin meningkatkan pemahaman dan kepedulian kepada anak-anak untuk hidup bersih dan sehat. Serta membangun peran aktif anak-anak dalam mengelola sampah sejak dini," ujar Vivien.

Menurut Vivien, generasi muda perlu berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan Indonesia. Sebab generasi muda merupakan usia produktif dan menjadi tulang punggung majunya Indonesia dalam menjaga lingkungan yang baik dan sehat.

"Pentingnya pemahaman sejak dini tentang sampah yang ada di sekitarnya. Bagaimana harus memilah dan memanfaatkan sampah," tuturnya.

Menteri LHK Siti Nurbaya mengatakan upaya pemberian edukasi kepada pelajar ini sejalan dengan program yang dicanangkan pemerintah. Beberapa waktu lalu, KLHK sendiri membuat program tiga bulan bersih sampah (TBBS).

"Saya senang tadi anak sekolah di Bandung sudah mengelola sampah, memilah dan memungut sampah. Ini akan terus dilihat oleh pemerintah pusat oleh kementerian LHK," kata Siti.

Siti mengatakan gerakan bebas sampah memang perlu digalakan. Pasalnya saat ini jumlah sampah di Indonesia mencapai 64 juta ton. Pemerintah tentu berupaya untuk mengurangi jumlah sampah yang ada.

"Target kita mengurangi timbunan sampah 30 persen atau 20,9 juta ton dan penanganan sampah mencapai 70 persen atau 49,9 juta ton pada tahun 2025," tuturnya.

Sementara itu Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengungkapkan dalam hal penanganan sampah, pihaknya sudah berupaya sejak awal. Bahkan beberapa program baik mulai tingkat pelajar hingga dewasa dicanangkan untuk mewujudkan Bandung bebas sampah.

"Salah satu yang kami ubah adalah pola pikir. Bahwa sampah enggak hanya menjadi urusan diakhir, tapi kita lakukan program zero waste, habis di tempat. Setiap Senin, Rabu dan Jumat kita menggerakan gerakan pungut sampah," katanya.
(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed