DetikNews
Sabtu 20 Januari 2018, 17:49 WIB

Cerita Ridwan Kamil yang Pernah Lihat Penampakan di Rumah Dinasnya

Mochamad Solehudin - detikNews
Cerita Ridwan Kamil yang Pernah Lihat Penampakan di Rumah Dinasnya Ridwan Kamil pindahan dari Pendopo/Foto: Mochamad Solehudin
Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku berat harus meninggalkan Pendopo. Berbagai kenangan dia rasakan selama kurang lebih empat tahun tinggal di Pendopo yang menjadi rumah dinasnya sebagai orang nomor satu di Kota Bandung.

Pria yang akrab disapa Emil ini terpaksa harus angkat koper dari Pendopo karena akan maju dalam Pilgub Jabar 2018. Sesuai dengan aturan, seorang pejabat negara yang maju dalam Pilkada harus meninggalkan semua fasilitas negara saat proses demokrasi itu berlangsung.

Siang tadi, Emil bersama keluarga tercinta resmi meninggalkan Pendopo dan pindah ke rumah kontrakan yang berada di kawasan Cipaganti, Kota Bandung. Dia mengangkut semua barang miliknya kecuali barang-barang yang dibeli dengan uang negara.

"Secara hari cukup berat (meninggalkan Pendopo) karena sudah betah. Tapi hidup itu adalah kesementaraan. Setiap awal pasti ada akhir. Setiap perjumpaan pasti ada perpisahan. Kami berjumpa dengan pintu Pendopo juga berpisah dengan pintu Pendopo," kata Emil, di Pendopo, Jalan Dalem Kaum, Kota Bandung, Sabtu (20/1/2018).

Emil sedikit berbagi kesan dan pengalaman selama ia tinggal bertahun-tahun di Pendopo. Salah satu pengalaman menarik yang dia alami adalah melihat penampakan sosok gaib. Namun, Emil tidak bercerita lebih jauh mengenai sosok penampakan tersebut. Dia hanya bercerita pernah melihat penampakan di Pendopo.

"Paling berkesan, pertama penampakan. Tapi sudah tidak ada masalah," ucap Emil.

Selain itu, kata dia, berbagai renovasi di Pendopo juga dia lakukan untuk menambah kenyamanan. Terutama merombak taman dan sentuhan lainnya agar Pendopo terlihat lebih asri.

Dia juga menyebut di Pendopo kini banyak ditemukan kupu-kupu berterbangan. Membuat suasana Pendopo lebih nyaman. "Banyak kupu-kupu menandakan tempatnya, tamannya bersih karena berbunga. Secara psikologis jadi bisa melupakan (sejenak) pekerjaan," ucapnya.

Kini dia sudah tidak lagi menempati Pendopo yang memberinya banyak cerita. Namun dia tetap berharap Pendopo masih bisa digunakan untuk kegiatan masyarakat. Seperti pengajian, wayang dan kegiatan lainnya.

"Pendopo harus jadi rumah rakyat, harus jadi rumah siapapun. Ada seminar, wayang, pengajian dan terbuka untuk turis. Hanya ruang pribadinya saja yang tidak bisa digunakan," tandasnya.
(avi/avi)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed