DetikNews
Sabtu 20 Januari 2018, 10:27 WIB

Anjing yang Dijagal di Baleendah Bandung Berasal dari Cianjur

Wisma Putra - detikNews
Anjing yang Dijagal di Baleendah Bandung Berasal dari Cianjur Lokasi jagal anjing di bandung/Foto: Wisma Putra
kabupaten Bandung - Anjing-anjing yang berada di rumah jagal milik Ipan Manurung (40) di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat berasal dari luar kota.

"Menurut keterangan dia (Ipan), dia beli anjing itu dari daerah Cianjur," kata Kapolsek Baleendah Kompol Priyono via pesan singkat, Sabtu (20/1/2018).

Priyono menuturkan, per satu ekor anjing dibelinya berkisar Rp 60-125 ribu dan di jual ke lapo-lapo yang ada di Bandung dan Jakarta.

Baca Juga: Polisi Gerebek Rumah Jagal Anjing di Baleendah Bandung
Sebelum dijual, anjing tersebut disembelih dan dikuliti di kediaman Ipan yang berada di di Kampung Cilebak 04/03, Desa Rancamaya, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.

"Dijual ke lapo-lapo per kilogram Rp 35 ribu. Laponya di Bandung ada, Jakarta ada," ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan, daging anjing tersebut hanya dijual ke lapo-lapo dan tidak mengarah daging anjing tersebut dijual ke pasar.

"Tidak ada (dugaan dijual ke pasar), karena dia jualnya ke lapo-lapo jadi hanya komunitasnya saja," ujarnya.

Usai melakukan pemeriksaan terhadap Ipan, polisi akan melakukan pengembangan. "Tindakan sementara kita kembangkan. Bilamana ada unsur tindak pidana kami akan memproses nya. Tempat jagal itu sudah ditutup Polsek Baleendah, warga tidak setuju, sudah buat surat pernyataan," ujarnya.

Ia menegaskan jika aktivitas jagal anjing kembali beroperasi dan meresahkan warga, pihaknya tidak akan segan untuk menindak kembali.

"Kami imbau, bilamana ada yang mencurigakan, laporkan saja jangan main hakim sendiri, laporkan kepada kami," ucapnya.

Aktivitas jagal anjing ini juga meresahkan warga, karena berada di tengah pemukiman. Aktivitas jagal anjing itu sudah berlangsung dua tahun.

"Terang-terangan siang malam, dilakukan di belakang rumahnya. Tanggapan dari warga mereka resah, bahkan mau demo tapi keburu kami tahan bersama Polsek Baleendah dan Satpol PP, mereka sudah muak," kata Ketua RW 03 Oman Sutisna kepada detikcom, Jumat (19/1/2017) kemarin malam.

Menurutnya, ia sudah melakukan tindakan dan pihaknya juga sudah menyampaikan supaya ini ditutup, namun tidak ada tanggapan. Warga semakin resah karena limbah anjing dibuang ke sungai. "Suka banyak alasan. Suka buang ususnya ke aliran Sungai Citarum lama," tambahnya.

Kepala Desa Rancamayar Dani Hamdani mengatakan, aktivitas jagal anjing yang ada di rumah milik Ipan sudah ditolak oleh warga. "Sudah diingatkan sama ketua RW, tapi suka banyak alasan, katanya kalau aktivitasnya di hentikan dia mau makan apa," pungkasnya.
(avi/avi)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed