DetikNews
Kamis 18 Januari 2018, 10:50 WIB

Pegawai Bank di Bandung Jadi Korban Perampokan Sopir Taksi Online

Wisma Putra - detikNews
Pegawai Bank di Bandung Jadi Korban Perampokan Sopir Taksi Online ilustrasi taksi online/Foto: Tim Infografis-Fuad Hasim
Bandung - Seorang karyawati perbankan, Mega (27) menjadi korban perampokan sopir taksi online di Bandung, Jawa Barat. Korban berhasil melarikan diri dalam keadaan tangan diborgol.

Dari informasi yang dihimpun detikcom, perampokan itu terjadi di Gerbang Tol (GT) Cileunyi, Rabu (17/1) malam.

Kapolsek Cileunyi Kompol Dadan Suryanto membenarkan informasi tersebut. Namun pihaknya belum dapat memberi kronologis lengkap, pasalnya korban belum melakukan pelaporan ke Polsek Cileunyi. "Sampai saat ini korban belum lapor ke polsek," kata Dadan via telepon.

Ia juga membenarkan jika dalam perampokan tersebut tangan korban diborgol. "Pakai borgol, si korban disuruh pakai borgol sama pelaku," pungkasnya.

Dadan mengungkapkan, cerita awal anggota di lapangan melalui petugas tol, korban pesan taksi online dari Setiabudhi dengan tujuan Buahbatu.

"Mega pesan Uber online dengan tujuan Buahbatu, dia orang buah batu pesannya dari Setiabudhi," ungkapnya.

Menurutnya, bukannya di belokan ke arah GT Buahbatu, taksi online yang di naikin Mega diluruskan menuju GT Cileunyi.

"Di perjalanan yang mestinya ke Buahbatu malah lurus ke sini (GT Cileunyi). Mungkin sopir nya sudah jahat, kayanya, sudah ada rencana," ujarnya.

Ia menuturkan, korban berhasil melarikan diri saat si sopir sedang melakukan pembayaran tol. "Pas di GT Cileunyi ketika bayar tol si korban keluar dari mobil, ceritanya sampai disitu, sempat diambil HP dan ATM cuman tidak ada saldo nya. Karena trauma dia pulang, informasi nya nanti mungkin sama orang tuannya mau lapor," jelasnya.

Pihaknya belum memastikan TKP perampok tersebut karena korban belum melakukan pelaporan kepada pihak kepolisian. "Kita juga kejadiannya dimana belum pasti, apa HP diambil, cuman titik terakhir dia keluar dari GT Cileunyi," terangnya.

Ia menambahkan, sementara HP dan ATM korban dibawa oleh pelaku. "Kalau di kita, kita akan menerima laporannya, kalau Uber dan segala macam itu pasti ada datanya karena dia pesan online," jelasnya.

Pihaknya belum dapat memberikan keterangan lengkap pasalnya belum bertemu dengan korban. "Kita belum ketemu korban, jalan ceritanya seperti apa, LP belum diterima dan lokus kejadian dimana kita belum tahu, orang naiknya di Setiabudhi kan TKP kejadian bisa saja di Kota Bandung, di Buahbatu sudah diborgol, cuman kalau berbicara TKP terakhir (di Cileunyi), lebih pastinya kita menunggu korban datang," pungkasnya.

Polisi juga belum dapat memberikan keterangan lengkap karena belum bertemu dengan korban. "Kita belum ketemu korban, jalan ceritanya seperti apa, LP belum diterima dan lokus kejadian dimana kita belum tahu, orang naiknya di Setiabudhi kan TKP kejadian bisa saja di Kota Bandung, di Buahbatu sudah diborgol, cuman kalau berbicara TKP terakhir (di Cileunyi), lebih pastinya kita menunggu korban datang," pungkasnya.
(avi/avi)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed