DetikNews
Rabu 17 Januari 2018, 15:12 WIB

Aksi Jambret Terekam CCTV, Wawan Butuh Biaya Lahiran

Tri Ispranoto - detikNews
Aksi Jambret Terekam CCTV, Wawan Butuh Biaya Lahiran komplotan jambret terekam cctv/Foto: Tri Ispranoto
Bandung - Polisi berhasil menangkap komplotan jambret yang salah satu aksinya viral karena terekam CCTV saat beraksi merampas HP milik pelajar di Jalan Wuluku, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung.

Salah seorang pelaku Wawan Gunawan (23) mengaku melancarkan aksinya untuk memenuhi kebutuhan jelang lahiran anak pertamanya. Terlebih saat ini ia tidak mempunyai pekerjaan tetap.

"Iya itu untuk biaya lahiran. Anak pertama saya baru lahir kemarin," ujar Wawan di Mapolrestabes Bandung, Rabu (17/1/2018).

Wawan yang kini lumpuh akibat kaki kanan dan kirinya ditembak polisi saat penangkapan mengaku menyesal. "Saya sekarang menyesal. Karena enggak bisa ketemu anak yang baru lahiran," ucapnya.

Baca Juga: Polisi Tembak Penjambret yang Aksinya Terekam CCTV di Bandung

Di tempat yang sama IR (15), pelaku yang berperan sebagai joki, mengaku sudah sepuluh kali menjambret bersama Wawan. Dalam setiap aksinya IR tidak lupa membawa jimat yang dianggap sebagai pembawa keberuntungan.

"Saya sudah sepuluh kali menjambret, semuanya di daerah timur Kota Bandung. Setiap dapat HP dijual ke Cicadas, saya kebagian Rp 200 ribu," kata ABG yang putus sekolah sejak kelas 2 SMP itu.

Sementara itu Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Yoris Maulana mengatakan dari hasil penyelidikan komplotan tersebut sudah beraksi lebih dari 50 kali. Kebanyakan mereka beraksi di daerah timur Kota Bandung seperti Kiaracondong, Ujungberung dan Soekarno Hatta.

Yoris mengungkapkan saat melakukan penangkapan terhadap Wawan yang merupakan otak pelaku, anggota terpaksa memuntahkan timah panas ke kaki kiri dan kanannya.

"Pelaku kita tangkap di rumah istrinya di Jatinangor. Istrinya ini memang baru melahirkan," ujarnya.

Selain menangkap Wawan dan IR, polisi juga meringkus Suherman (23) yang masih satu komplotan. Ketiganya selama ini menjambret secara bergantian dengan menggunakan motor milik IR.

Saat ini ketiganya sudah ditahan di Rutan Satreskrim Polrestabes Bandung. Mereka dijerat Pasal 365 KUHPidana mengenai pencurian dengan pemberatan yang ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.



(avi/avi)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed