DetikNews
Selasa 16 Januari 2018, 19:58 WIB

Warga Karamat Sukabumi Sudah Dua Kali Temukan Bungker Misterius

Syahdan Alamsyah - detikNews
Warga Karamat Sukabumi Sudah Dua Kali Temukan Bungker Misterius Warga menemukan lubang mirip terowongan diduga bungker di Kampung Karamat Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi - Temuan terowongan diduga bungker di Kampung Karamat, RT 2 RW 3 Kopeng, Kelurahan Karamat, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Jawa Barat, ternyata bukan kali pertama. Warga setempat pernah menemukan peti dan bungker misterius tidak jauh dari lokasi kedua.

Berjarak hanya dua meter dari lokasi temuan bungker kedua, Rudi Hermawan (42), warga setempat, sempat menemukan peti dan sebuah ruangan misterius di bawah lantai rumahnya.

Baca juga: Isu Temuan Emas, Warga Berdatangan ke Temuan Bungker Karamat

Lantaran takut, Rudi buru-buru menutup lubang yang sengaja dia buat untuk membuat tangki septik. "Kejadiannya sudah lama, sekitar 15 tahun yang lalu. Saat itu saya juga sedang membuat septic tank di dekat rumah, kedalamannya sekitar dua meter. Pacul saya kena peti besi, ketika diangkat ukurannya lumayan besar," kata Rudi kepada detikcom di lokasi, Selasa (16/1/2018).

Saat itu, Rudi tidak langsung memberitahu tetangga dan keluarganya. Kejadian horor dia alami setelah penemuan peti dan bungker.

"Dalam mimpi, saya melihat anak dan istri kepalanya dipenggal, kemudian ada suara 'silahkan ambil, tapi anak dan istri kamu bakalan seperti ini (dipenggal)'," tutur Rudi menceritakan mimpinya.

Baca juga: Temukan Peti, Penggali Bungker Karamat Sukabumi Alami Keanehan

Rudi mengaku belum sempat membuka peti itu. Selepas mengalami mimpi buruk, dia buru-buru mengubur peti ke tempat asalnya. "Saya langsung kubur peti itu lagi di tempatnya. Lokasinya masih searah, cuma bedanya di bawah lantai rumah saya, itu kayak ada ruangan ukurannya cukup besar," ujar Rudi.

Pemkot Sukabumi kini masih meneliti terkait adanya temuan terowongan diduga bungker di Kampung Karamat. Pemeriksaan cairan hitam tidak berbau dan mirip minyak juga dilakukan untuk memeriksa kandungannya.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed