"Potensi banyak sekali, kan sudah ada indeks pengamanan pemilu, dan Bawaslu, kepolisian daerah, mana yang rawan berpotensi konflik itu sudah ada dicatatan kami," kata Wiranto di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (16/1/2018).
Menurut Wiranto, Jabar masuk ke dalam daerah berpotensi terjadi konflik saat pelaksanaan pesta demokrasi. Apalagi tahun ini, sambung dia, sebanyak 16 kabupaten dan kota di Jabar menyelenggarakan Pilkada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengaku sudah melakukan langkah-langkah pencegahan potensi konflik yang akan terjadi saat pemilu nanti. Pihaknya meminta keterlibatan masyarakat dalam menjaga situasi kondusif di daerah masing-masing.
"Nanti keikutsertaan masyarakat di mana mereka ikut bertanggung jawab keamanan wilayahnya itu muncul, jadi lebih mudah menjaga proses politik," tutur Wiranto.
Menurutnya pemerintah tentu akan bekerja keras untuk menciptakan suasana kondusif di tahun politik saat ini. Dengan begitu, sambung dia, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap proses politik di tanah air dapat dipercaya.
"Tugas saya bagaimana menyelesaikan permasalahan politik, agar ke depan kita dapat melakukan proses politik secara martabat. Kepercayaan publik terhadap pemerintah meningkat kala kita bisa mengawal kegiatan politik dengan baik," ucap Wiranto (bbn/bbn)











































