DetikNews
Selasa 16 Januari 2018, 17:54 WIB

Temukan Peti, Penggali Bungker Karamat Sukabumi Alami Keanehan

Syahdan Alamsyah - detikNews
Temukan Peti, Penggali Bungker Karamat Sukabumi Alami Keanehan Penemuan lubang diduga bungker/Foto: Syahdan Alamsyah
Sukabumi - Dua orang penggali septic tank Fajar Wibawa (31) dan Deden Maulana (35) kaget saat menggali lubang malah menemukan sebuah ruangan berbentuk terowongan yang belakangan dididuga sebuah bungker.

Selain menemukan cairan hitam kental dan licin dari dalam dinding tembok yang mereka bongkar, mereka juga mengaku menemukan sebuah peti berukuran panjang kurang lebih 40 sentimeter dan lebar 30 sentimeter.

"Saya gali timbunan tanahnya, ternyata ada cairan hitam keluar. Saya terus gali karena penasaran lagi-lagi linggis mentok kayak menghantam besi," kata Fajar menuturkan kisahnya kepada detikcom, di Kampung Karamat, RT 2 RW 3 Kopeng, Kelurahan Karamat, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (16/1/2018).

Baca Juga: Warga Sukabumi Heboh Temukan Bungker Saat Gali Septic Tank

Fajar mengaku, saat menggali awalnya tanah di sekitar kering, namun ketika dia menemukan dinding tersebut tanahnya mendadak lembek dan keluar air bercampur cairan hitam. Bersama Deden dia kemudian berusaha mengangkat peti itu, namun keanehan terjadi semakin peti di angkat malah semakin berat.

"Pas saya tarik, peti itu malah makin amblas kayak tersedot ke bawah. Saya dan teman berusaha sekuat tenaga tetap enggak bisa padahal tangan saya sudah menggapai ke bawah peti, karena hujan saya naik dulu setelah itu dinding kanan dan kiri ambrol lagi," lanjut dia.

Menurut Fajar, dia sempat mengukur kedalaman landasan lubang bekas dinding yang dia jebol. Menurutnya ukurannya lebih 1,5 meter, setiap kaki dipijakkan seperti ada sesuatu yang menarik hingga ke bawah. "Setiap menginjakkan kaki pasti kayak kesedot," imbuhnya.

Fajar mengaku masih penasaran, namun karena khawatir benda yang ditemukannya adalah sesuatu yang berbahaya dia kemudian melaporkannya kepada polisi. "Saya lapor ke polisi, karena takut itu barang berbahaya di dalamnya," pungkasnya.


(avi/avi)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed