Insiden berdarah itu dialami Dede saat sedang beristirahat dalam angkotnya yang parkir di bawah jembatan layang Pasupati, Bandung, Senin (15/1) dini hari, pukul 02.00 WIB. Kala itu Dede bersama sopir angkot, Angga Kusumah, tiba-tiba didatangi pelaku.
"Pelaku ini dia mau meminta rokok dan korek. Tapi enggak dikasih oleh korban," ujar Kapolsek Bandung Wetan (Bawet) Kompol Hidayatullah di Mapolsek Bawet, Jalan Cihapit, Kota Bandung, Selasa (16/1/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelaku memukul korban berkali-kali bahkan dengan batu bata," kata Hidayatullah.
Korban tak sadarkan diri. Hingga akhirnya seorang rekan yang juga sopir angkot jurusan Ciwastra - Cicaheum meminta pertolongan ke warga sekitar. Korban lalu dibawa ke RSHS.
"Korban mengalami luka di kepala dan leher," ujarnya.
Korban saat penanganan medis di RSHS Bandung. (Foto: istimewa) |
"Dari pengakuannya, korban dan pelaku tidak saling kenal. Perbuatan pelaku dilakukan akibat pengaruh alkohol. Pelaku memang gemar minum minuman keras," ucap Hidayatullah.
Fauzi mengakui perbuatannya. Pria memiliki tato bergambar kuda poni di lengan kanannya itu mengaku khilaf akibat pengaruh alkohol.
"Saya cuma minta rokok saja, masa enggak dikasih," ucap pria yang sehari-hari membantu ibunya berjualan Gudeg.
Fauzi kini mendekam di rutan Polsek Bawet. Ia dijerat Pasal 351 KUHPidana tentang Penganiayaan dengan ancaman tujuh tahun penjara. (bbn/bbn)












































Korban saat penanganan medis di RSHS Bandung. (Foto: istimewa)