Pemasangan garis polisi sudah dilakukan sejak Minggu (14/1). ""Betul ada laporan, sedang kita tindak lanjuti," ujar Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna melalui pesan singkatnya.
Sementara itu keluarga diwakili Mamad Suryana (68), ketua RW setempat, menjelaskan Nani menghilang sejak tanggal 5 Januari 2018 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mamad mengaku Nani sebelumnya kerap pergi tanpa izin, namun tidak pernah selama ini. "Memang sering menghilang, tapi tidak lama suka pulang lagi. Kalau sekarang belum," katanya.
Kali ini, lanjut dia, keluarga khawatir sesuatu hal buruk menimpa Nani. Mamad menyebut keluarga melihat ada kejanggalan setelah Nani hilang. "Ada orang yang gali tanah di belakang rumah. Katanya galian itu buat septic tank. Padahal di belakang enggak ada rumah (lain)," ujar dia.
Rencananya siang ini, polisi akan membongkar lubang baru yang berada tak jauh di belakang rumah Nani. (ern/ern)










































