DetikNews
Sabtu 13 Januari 2018, 16:38 WIB

Versi Pihak SMAN 3 Sukabumi Soal Adit Meninggal Saat Karya Wisata

Syahdan Alamsyah - detikNews
Versi Pihak SMAN 3 Sukabumi Soal Adit Meninggal Saat Karya Wisata Keluarga memperlihatkan foto Aditya Darmawan (16) semasa hidup. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi - Kepala Sekolah SMAN 3 Kota Sukabumi Ceng Mamad mengungkapkan rasa prihatin dan belasungkawa atas kepergian salah seorang siswanya, Aditya Darmawan (16). Keluarga memastikan Aditya saat hendak berangkat karya wisata dalam keadaan sehat. Lantaran tewas misterius, keluarga melapor polisi guna proses penyelidikan.

"Kegiatan (karya wisata) yang diikuti oleh Adit adalah belajar praktik lapangan, dan itu kita lakukan rutin setiap tahun. Tahun ini ada 18 bus yang berangkat," kata Ceng mengawali wawancara kepada sejumlah media di RSUD R Syamsudin SH, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (13/1/2018).

Baca juga: Siswa SMAN 3 Kota Sukabumi Tewas Misterius Saat Karya Wisata

Ceng mengungkapkan pada Selasa (9/1/2017) kondisi Aditya sebelum berangkat terlihat sehat. Bahkan Adit, sambung Ceng, mengantar guru pembimbing untuk menjemput salah seorang temannya yang terlambat.

"Ada satu siswa yang terlambat, Adit itu nganter pembimbing buat jemput siswa. Ternyata temannya itu tidak ikut karena sakit akhirnya pulang lagi," ujarnya.

Sewaktu rombongan tiba di Bandung, Adit mulai mengeluh pusing. Namun saat itu Adit masih ikut berkunjung ke ITB dan Lapan. Dia juga makan siang dan sempat salat.

"Adit mengeluh pusing, lalu oleh tim leader atau pembina ditanya, 'ini masih kuat ga'. Adit menjawab masih kuat. Kita lanjut perjalanan ke arah Tasikmalaya," ucap Ceng.

Baca juga: BP3 Investigasi Soal Siswa SMAN 3 Sukabumi Tewas Misterius

Pada sekitar jam 17.30 WIB, rombongan tiba di Kampung Nagreg. Adit, kata Ceng, sempat mau turun bus, tapi kondisinya tidak fit. Pada pukul 21.00 WIB, Ceng melanjutkan, Adit kembali mengeluh sakit.

"Afit muntah-muntah di daerah Ciamis kesana. Oleh pembina dipijat, lalu muntah. Setelah itu reda, dia (Adit) istirahat," cerita Ceng.

Keesokan harinya atau Rabu (10/1/2018), sekitar pukul 06.00 WIB, rombongan SMAN 3 Kota Sukabumi tiba di Yogyakarta. Adit saat itu masih bisa makan dan turun bus. Namun sekitar pukul 10.00 WIB, Adit drop dan tidak bisa mengikuti kegiatan.

"Dia mulai drop, sehingga tidak ikut ke UGM, hanya menunggu saja. Tim medis terus melakukan pemantauan, karena memang ada tim medis yang selalu on call dengan dokter terkait penanganannya. Karena kondisi kurang membaik, minum dan makan sedikit. Sempat diinfus di sana sambil menunggu, kemudian makan siang dan diberi minum," tutur Ceng.

Baca juga: Polisi Selidiki Kematian Misterius Siswa SMAN 3 Sukabumi

Pada pukul 14.30 WIB, Adit harus dirujuk. Adit dibawa ke ruang UGD RSUD Yogyakarta. "Saat itu masih bisa komunikasi, guru-guru juga menguatkan," kata Ceng.

Ceng Mamad menegaskan saat korban di RS itu ada guru yang menemani. "Ada tim kami yang nunggu. Sampai kemudian jam delapan pagi, Kamis (11/1), keluarga datang karena kondisinya harus ditangani serius. Ada keputusan harus di cuci darah," papar Ceng.

Sekitar pukul 19.00 WIB malam harinya, ada kabar jika Adit telah meninggal dunia, namun ternyata kabar itu tidak benar."Pada Jumat (12/1) keesokan harinya, saya umumkan ke anak-anak agar berdoa yang terbaik untuk kesembuhan Adit. Karena memang setiap Jumat itu ada Shalat Dhuha berjamaah, namun pada jam lima sore, Adit meninggal dunia, kemudian dibawa pulang keluarga," tutur Ceng Mamad.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed