DetikNews
Sabtu 13 Januari 2018, 09:03 WIB

Siswa SMAN 3 Kota Sukabumi Tewas Misterius Saat Karya Wisata

Syahdan Alamsyah - detikNews
Siswa SMAN 3 Kota Sukabumi Tewas Misterius Saat Karya Wisata Keluarga memperlihatkan foto Aditya Darmawan (16) semasa hidup. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi - Aditya Darmawan (16) tewas misterius saat mengikuti karya wisata ke Yogyakarta. Siswa SMAN 3 Kota Sukabumi itu disebut sempat merasakan sakit ketika rombongan tiba di Bandung, namun oleh pihak sekolah tetap dipaksakan untuk berangkat ke Yogyakarta.

"Dia (Aditya) sempat pamitan mau ikut karya wisata sekolahnya ke Yogyakarta. Keluarga mengizinkan karena kondisinya sehat, dia juga pas mau berangkat semangat," kata Asep (47), paman korban, kepada detikcom di RSUD R Syamsudin SH, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (13/1/2018).

Aditya dan rombongan sekolahnya berangkat pada Selasa 9 Januari lalu menggunakan 18 unit bus. Selain itu ada dua unit mobil pribadi satu kendaraan medis. Rombongan pulang ke Sukabumi secara bertahap pada 11-12 Januari.

Asep mendapat informasi Aditya sempat mengeluh sakit saat rombongan singgah di Kota Bandung. Tapi perjalanan tetap berlanjut.

"Ketika sampai di Tasikmalaya anak ini diinfus oleh tim medis, yang jadi pertanyaan saya kenapa tidak ada pihak sekolah yang menghubungi orang tua. Kalaupun tidak kan bisa kita nyusul ke Bandung, bukan malah anak tetap ke Yogyakarta dengan kondisi sakit," ujar Asep.

Aditya kesehariannya tinggal bersama keluarga ibunya di Kampung Gunung Batu RT 04 RW 04, Desa/Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi. Elis Suhartini (43), ibu Aditya, bekerja di Australia. Sedangkan ayahnya, Ujang, sudah meninggal dunia.

"Ini anak satu-satunya, semalam ibunya datang dari Australia langsung tidak sadarkan diri. Terlebih melihat kondisi jasad banyak lebam, ada merah-merah dan keluar darah dari hidung dan telinga," tutur Asep.

Menurut Asep, pada Rabu 10 Januari, Aditya sempat mendapat perawatan di RSUD Yogyakarta. Mendapat informasi tersebut, Asep langsung berangkat menyusul dan tiba di Yogyakarta pada Kamis 11 Januari.

"Informasi awal, Aditya sudah meninggal dunia. Namun ketika saya ke RSUD Yogyakarta ternyata keponakan saya itu masih dalam kondisi masih bernyawa. Dia minta dibimbing untuk membaca ayat suci Alquran, tidak lama setelah itu meninggal dunia," ucap Asep sambil menambahkan bahwa Aditya meninggal pada Jumat 12 Januari, pukul 14.30 WIB.

Jenazah Aditya tiba di Kota Sukabumi pagi tadi pukul 05.00 WIB. Saat ini pihak keluarga membuat laporan ke Polres Sukabumi Kota.

"Kami ingin ada titik terang terkait meninggalnya keponakan saya, jangan misterius seperti ini. Kami mendapat penjelasan dari sekolah namun ini tetap jadi misteri buat kami sebab kondisi jenazah ada keanehan," ujar Asep.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed