DetikNews
Jumat 05 Januari 2018, 16:43 WIB

Adegan Simulasi, Massa dan Polisi Bentrok di KPU Kota Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Adegan Simulasi, Massa dan Polisi Bentrok di KPU Kota Sukabumi Adegan bentrok massa dengan polisi dalam simulasi pengamanan Pilkada di Kota Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi - Ratusan massa pendukung salah satu calon mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi di Jalan Otista. Mereka protes karena pasangan calon jagoannya digagalkan KPU.

Suasana sempat kondusif setelah tim negosiator polwan berhadap-hadapan langsung dengan massa. Namun situasi kembali ricuh saat provokator memanas-manasi massa. Negosiator mundur, pasukan pengendali massa datang dengan keadaan massa melakukan pelemparan dan membakar ban.

Massa dan polisi bentrok. Polisi berbekal tameng serta alat pemukul dikerahkan untuk memecah massa. Situasi berbalik arah, massa yang awalnya beringas itu akhirnya berlarian setelah kendaraan water canon menyemprotkan air bertekanan tinggi ke arah mereka. Personel Polres Sukabumi Kota berhasil menangkap provokator.
Simulasi, Massa dan Polisi Bentrok di KPU Kota SukabumiKendaraan water canon berhasil membubarkan massa dalam adegan simulasi pengamanan Pilkada di Kota Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Kejadian tersebut ialah bagian simulasi pengamanan Pilkada 2018. Adegan menggambarkan suasana kerusuhan dan penanganan personel gabungan dalam mengendalikan massa. Sebanyak 680 personel gabungan terlibat, berikut kendaraan dan peralatan pengendali massa.

"Skenarionya komisioner KPU yang berada di dalam kita evakuasi ke Polres Sukabumi Kota, massa setelah dari KPU bergerak ke kantor Pengawas Pemilu (Panwaslu). Kita ingin menguji kesigapan, kegesitan personel dalam situasi seperti ini," kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo kepada detikcom usai simulasi di kantor KPU Kota Sukabumi, Jalan Otista, Kota Sukabumi, Jawa Barat.
Simulasi, Massa dan Polisi Bentrok di KPU Kota SukabumiSemulasi saat polisi berhadapan dengan massa. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Selain mengamankan komisioner, polisi membentuk tim yang mengamankan dokumen terkait Pilkada. Dokumen tersebut akan diamankan ketika massa mulai memaksa masuk ke kantor KPU.

"Skenario yang kita buat, setelah komisioner kita amankan seluruh dokumen terkait Pilkada juga kita selamatkan karena menyangkut dokumen negara. Jadi skenarionya menyesuaikan dengan kontijensi nanti, simulasi kita lakukan mendekati situasi aslinya yang mungkin bisa saja terjadi," tutur Susatyo.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed