"Kita sudah siap. Kekuatan kurang lebih ada 21.438 personel yang akan diturunkan," ucap Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto usai apel kesiapan pengamanan Pilkada serentak di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Bandung, Jumat (5/1/2018).
Agung menyatakan jumlah kekuatan personel itu merupakan personel Polri. Polisi akan mendapat bantuan dari unsur TNI sebanyak 27 Satuan Setingkat Kompi (SSK) atau 2.700 prajurit Kodam III Siliwangi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada 60 ribu lebih TPS (tempat pemungutan suara) yang tergelar di Jabar. Maka itu akan menyedot personel. Termasuk saat kampanye juga banyak menyedot, tapi yang paling banyak saat pemungutan," tutur Agung.
Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto dan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan saat kegiatan apel pasukan pengamanan Pilkada serentak 2018. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom) |
"Ini bukan hal yang baru. Karena Jawa Barat sudah berpengalaman untuk Pilkada langsung. Kita lihat faktanya aman. Jadi tentu semua berusaha menghadirkan Pilkada yang aman, tertib, lancar dan kondusif," kata Aher, sapaan Heryawan, di lokasi yang sama.
Aher berpesan agar peserta Pilkada serta masyarakat untuk sama-sama menjunjung tinggi sikap saling menghormati. Hal ini bertujuan agar pelaksanaan Pilkada di Jabar berlangsung kondusif.
"Masyarakat Jawa Barat sudah dewasa, sudah mengerti untuk saling hormat menghormati. Insya Allah kita bisa antisipasi apapun potensi gangguan," ujar Aher. (bbn/bbn)












































Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto dan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan saat kegiatan apel pasukan pengamanan Pilkada serentak 2018. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)