DetikNews
Jumat 05 Januari 2018, 11:23 WIB

Pemkot Sukabumi akan Luncurkan e-Angkot untuk Carter

Syahdan Alamsyah - detikNews
Pemkot Sukabumi akan Luncurkan e-Angkot untuk Carter Foto: Syahdan Alamsyah
Sukabumi - Tidak hanya membebaskan biaya retribusi dan kebijakan lainnya untuk Angkutan Kota (Angkot), dalam waktu dekat Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi akan memanjakan warganya dengan fasilitas e-Angkot.

e-Angkot akan memudahkan warga yang ingin menggunakan angkutan kota untuk keperluan carter dan angkutan barang. "Mudah-mudahan ini bisa segera kita wujudkan untuk mendorong Angkot bertransformasi menjadi lebih kekinian, dengan begini mereka juga mampu bersaing dengan angkutan online yang ada saat ini," kata Kadishub Kota Sukabumi, Abdul Rachman di kantornya, Jalan Arif Rahman Hakim, Jumat (5/1/2018).

e-Angkot nantinya akan berbentuk aplikasi. Bagi pengguna yang membutuhkan carteran atau angkutan barang-barang kecil bisa menggunakan layanan tersebut.

"Mempermudah layanan, dengan e-Angkot ini nantinya warga bisa meminta Angkot terdekat untuk keperluan mencarter. Tidak seperti taksi online yang jumlah kapasitasnya terbatas, e-Angkot bisa menampung banyak orang bila warga membutuhkan tinggal pakai aplikasi itu tanpa harus nunggu atau nyetopin angkot di pinggir jalan. Bisa untuk barang-barang juga, masih kita kembangkan lah intinya," jelas Abdul.

Selain membuat online Angkot, Abdul juga akan membuat purwarupa Angkot yang nantinya akan lalu lalang di Kota Sukabumi. Sejumlah fasilitas akan dibenamkan mulai dari kerapihan pengemudi, berpendingin hingga fasilitas lainnya.

Kebijakan yang dibuat untuk memfasilitasi Angkot tersebut dijelaskan Abdul berawal dari keprihatinan Pemkot Sukabumi terhadap angkutan konvensional yang jumlahnya kian merosot setelah keberadaan angkutan online dan kepemilikan sepeda motor.

"Kebijakan pak wali kota dengan menurunnya jumlah angkutan kota akibat merasa kalah bersaing dengan angkutan online dan juga kepemilikan sepeda motor yang semakin meningkat. Makanya keluar Perwal yang membebaskan retribusi dan biaya lainnya agar angkutan kota tetap eksis berlanjut dengan rencana e-Angkot," bebernya.

Abdul menjelaskan kebijakan yang dibuat Pemkot Sukabumi melalui Dishub bertujuan untuk mempertahankan angkutan konvensional yang selama ini setia melayani penduduk kota.

"Angkot tercatat ada 2.642 dari 20 jurusan, yang mendaftar ulang hanya 1400 - hampir 50 persen menurunnya. Kita mengantisipasi kehilangan angkot yang setia melayani penduduk kota. Ini salah satu peran pemerintah memepertahankan angkot, subsidi penghapusan retribusi dan berlanjut kepada pembuatan aplikasi e-Angkot," tutupnya.


(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed