DetikNews
Rabu 03 Januari 2018, 15:37 WIB

Komplotan Pemalsu STNK di Karawang Pakai Modus Jadi Anggota Polisi

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Komplotan Pemalsu STNK di Karawang Pakai Modus Jadi Anggota Polisi Foto: Dony Indra Ramadhan
Bandung - Polisi menangkap seorang pria mengaku anggota polisi berdinas di KPK. Pria bernama Rohendra (46) itu juga memalsukan dokumen Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) bermotor dan sebagai penyalur motor ber-STNK bodong.

Kasus tersebut dibongkar unit III Subdit III Ditreskrimum Polda Jabar yang dipimpin Kasubdit III AKBP Hartoyo. Selain Rohendra, polisi juga meringkus tiga pelaku lainnya Badrudin, Omat Komatra dan Soma. Komplotan tersebut ditangkap di Kabupaten Karawang Senin (18/12) lalu.

"Mereka ini termasuk komplotan pemalsu dokumen kendaraan bermotor. Mereka bersama-sama melakukan penipuan dokumen," ujar Kapolda Jabat Irjen Agung Budi Maryoto di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Bandung, Rabu (3/1/2018).

Kasus tersebut terungkap saat polisi menerima laporan dari masyarakat. Korban merasa ditipu saat mendapat tawaran pembuatan STNK oleh pelaku Rohendra.

"Dari pengakuannya, yang bersangkutan memang sudah menjual kendaraan roda dua dengan STNK dan notis pajaknya yang palsu. Dia sudah melakukannya selama lima kali," kata Agung.

Komplotan Pemalsu STNK di Karawang Pakai Modus Jadi Anggota PolisiFoto: Dony Indra Ramadhan


Polisi melakukan interogasi kepada Rohendra. Dari 'nyanyian' Rohendra, tim akhirnya dapat meringkus Badrudin si pembuat STNK palsu tersebut.

"Keduanya memiliki peran masing-masing. Tersangka R (Rohendra) sebagai yang memasarkan atau yang menawarkan, sementara tersangka B (Badrudin) yang membuat STNK palsunya," kata Dir Reskrimum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana.

Selain itu, sambung Umar, dalam memasarkan praktik pemalsuan STNK tersebut, Rohendra mengaku-ngaku sebagai anggota polisi yang berdinas di KPK. Untuk menguatkan modus penipuannya, pelaku menggunakan aneka aksesoris polri.

"Dia mengaku sebagai anggota Polri yang berdinas di KPK dan mengaku mempunyai akses untuk penjualan barang hasil lelang di KPK dan instansi lainnya. Ini untuk merayu korban supaya percaya dengan aksi penipuan tersangka," katanya.

Polisi mengembangkan kasus tersebut. Hingga akhirnya dua pelaku lain yakni Omar Komara dan Soma sukses ditangkap. Peran keduanya sama seperti Rohendra yang memasarkan dan menyuruh Badrudin membuat STNK palsu.

Dari tangan para pelaku, polisi menyita barang bukti berupa delapan unit sepeda motor, lima unit mobil, lencana Polri, kartu nama Rohendra berdinas di KPK, tas gendong berlogo Divkum Polri, dua dokumen yang masing-masing berlogokan Polri dan KPK.

Para pelaku saat ini telah mendekam di lantai bui Mapolda Jabar. Ia dijerat Pasal 263 dan 266 KUHPidana dengan ancaman di atas 6 tahun bui.
(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed