Informasi yang diberikan tim medis RS Bhayangkara Setukpa, Dokter Ryan Sarbini saat datang pasien dalam kondisi dehidrasi, mual, muntah dan mengalami shock. Pemberian cairan dilakukan, termasuk memberikan obat-obatan.
"Kondisi pasien yang dirawat saat ini sudah mulai membaik, keracunannya sudah tertangani. Pasien yang sudah pulang masih berstatus rawat jalan," kata Ryan, kepada detikcom di ruang perawatan Matahari, RS Bhayangkara Setukpa, Sabtu (30/12/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Warga botram, makanan itu dikonsumsi secara bersama-sama. Gudeg nangka menggunakan bahan santan mungkin beli di warung, samplenya sudah di Dinas Kesehatan untuk pengecekan lebih lanjut," jelas Ryan.
Tidak hanya penanganan secara medis, dokter juga memberikan edukasi terhadap warga agar tidak menggunakan bahan-bahan yang secara kualitas tidak teruji.
"Kita berikan edukasi terhadap warga agar tidak menggunakan bahan-bahan atau bumbu kemasan yang secara kualitas tidak teruji. Selanjutnya kita juga melakukan pemantauan mengantisipasi ada korban lainnya," pungkasnya.
Seperti diberitakan, belasan warga di Kampung Pasirhuni, Sukabumi mengalami keracunan usai mengikuti acara makan gudeg bersama atau biasa disebut botram. Warga mulai merasa efek keracunan sehari setelah menyantap makanan di acara tersebut.
"Mereka mengkonsumsi makanan gudeg nangka yang disajikan saat acara botram, selang sehari berikutnya atau sore tadi warga satu persatu mulai merasakan mual, muntah dan pusing bahkan ada yang tidak sadarkan diri," kata Ismail Wahyudi, relawan BPBD Kecamatan Cisaat, kepada wartawan, Jumat (29/12/2017). (ern/ern)











































