DetikNews
Rabu 20 Desember 2017, 17:48 WIB

Polisi Usut Warga Indramayu Diduga Pasang Bendera Terbalik

Sudirman Wamad - detikNews
Polisi Usut Warga Indramayu Diduga Pasang Bendera Terbalik Tiga warga Indramayu ini dituduh memasang bendera Indonesia terbalik. (Foto: istimewa)
Indramayu - Polisi mengusut kasus dugaan penghinaan terhadap lambang negara yang disangkakan kepada tiga warga Desa Mekarsari, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Sejumlah saksi bakal didengar keterangannya oleh polisi.

Polres Indramayu berencana meminta keterangan ahli berbagi bidang berkaitan permasalahan tersebut. "Kami dalami kembali dan melakukan pemeriksaan terhadap para saksi maupun tersangka," kata Kasubag Humas Polres Indramayu AKP Heriyadi saat dihubungi detikcom melalui telepon seluler, Rabu (20/12/2017).

"Kami juga akan meminta keterangan atau pendapat ahli pidana, ahli bahasa, dan ahli tata negara terkait dengan fakta perbuatan para tersangka, yang dihubungkan dengan kegiatan para tersangka yang selama ini bertentangan dengan program pemerintah. Khususnya pembangunan PLTU Indramayu dua," tuturnya menambahkan.

Baca juga: Dituduh Pasang Bendera Terbalik, 3 Warga Indramayu Diamankan Polisi

Heriyadi menjelaskan ketiga warga yang diamankan itu terdiri Sawin, Nanto, dan Sukma. Mereka telah memasang spanduk yang bertuliskan 'gara-gara bangunan PLTU tagihan listrik naik, PLN banyak hutang rakyat kecil jadi korban' dan diduga memasang bendera merah-putih dengan posisi terbalik.

Sejumlah saksi, sambung Heriyadi, sudah dimintai keterangan terkait pemasangan bendera Indonesia oleh ketiga warga tersebut. "Jumat (16/12) kami menemukan spanduk yang terpasang di persawahan Blok Pulo Kuntul Desa Mekarsari, Kecamatan Patrol, dengan posisi pemasangan bendera putih-merah," ucapnya.

Lebih lanjut Heriyadi mengungkapkan bahwa ketiga tersangka saat diperiksa polisi mengaku tidak pernah memasang bendera dalam posisi terbalik. Namun, ia melanjutkan, ketiganya mengakui pasang spanduk yang bernada protes terhadap pembangunan PLTU Indramayu 2.

"Kemarin penyidik telah berkoordinasi dengan ahli hukum pidana dan Kasi Pidum Kejari Indramayu. Hasil koordinasi itu kita diberi petunjuk untuk mendalami itu dengan meminta keterangan para ahli," tutur Heriyadi.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed