Respons Dinsos Sukabumi Soal Panti 'Teman Orang Gila' Tutup

Syahdan Alamsyah - detikNews
Rabu, 20 Des 2017 15:20 WIB
Penghuni Panti Aura Welas Asih di Palabuanratu Sukabumi. (Foto: istimewa)
Sukabumi - Panti Aura Welas Asih di Palabuanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, resmi menghentikan aktivitasnya mulai hari ini. Deni Solang, relawan sosial sekaligus pengurus panti yang menangani Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), mengaku sudah angkat tangan lantaran tingginya biaya operasional.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sukabumi Iwan Ridwan berharap Deni tidak menutup panti.

"Saya berharap Pak Deni tidak melakukan itu (penutupan), kenapa? Bayangkan oleh kita andaikan ada 20 jelema gelo (orang gila) yang dikeluarin. Mana teuing abreng-abrengan jelema gelo di Palabuanratu (kebayang bergerombol orang gila di Palabuhanratu)," ucap Iwan berbahasa Sunda saat dikonfirmasi detikcom via telepon, Rabu (20/12/2017).

Baca juga: Gelorakan #SaveTemanOrangGila, Warganet Bahas Penghargaan HAM

Iwan mengaku belum lama ini bertemu Deni Solang. Saat itu, Deni yang berjuluk 'teman orang gila' menceritakan soal nasib 60 penghuni panti. "Saya hitung 60 orang dikali tiga piring sudah 180 piring sehari, belum yang lain-lainnya. Artinya Pak Deni dihadapkan kepada kondisi mendesak," tutur Iwan.

Baca juga: Mimpi Deni 'Teman Orang Gila' dan Cerita Panti Tutup

Jika dari sisi dana, dia menjelaskan, Pemkab Sukabumi belum memiliki anggaran untuk panti yang dikelola Deni. Namun Iwan punya dua solusi yang dapat dilakukan untuk mempertahankan keberadaan Panti Aura Welas Asih.

"Kalau bicara anggaran tahun 2018 sudah tidak bisa, paling di anggaran perubahan Oktober nanti atau di tahun 2019. Solusi pendek kita ajukan pihak ketiga, baik itu perorangan atau perusahaan, untuk perusahaan kan bisa melalui CSR," ujarnya.

Iwan tengah mencari perusahaan yang dapat mengucurkan anggaran CSR. "Maka solusi terbaik tadi sudah saya sampaikan, mudah-mudahan saya minta bantuan media bagaimana mencari CSR, salah satu CSR paling mungkin itu di PLTU," kata Iwan. (bbn/bbn)