Jukir di Cirebon yang Meninggal Saat Duduk Punya Penyakit Jantung

ADVERTISEMENT

Jukir di Cirebon yang Meninggal Saat Duduk Punya Penyakit Jantung

Sudirman Wamad - detikNews
Selasa, 19 Des 2017 18:44 WIB
lokasi juru parkir yang meninggal di cirebon/Foto: Sudirman Wamad
Cirebon - Kusmadi (52) alias Bugis, seorang petugas parkir Yogya Grand Center Kota Cirebon menjadi perbincangan warganet. Detik-detik meninggalnya Bugis terekam CCTV Yogya Grand Center dan beredar di media sosial (medsos).

Rahmadi (28) anak kandung dari Bugis mengaku kaget video tersebut beredar di medsos. "Saya dapat kiriman dari teman tadi malam. Sebelumnya tidak beredar ke mana-mana," kata Rahmadi saat ditemui detikcom di area parkir Yogya Grand Center Kota Cirebon, Selasa (19/12/2017).

Baca Juga: Viral! Video Juru Parkir Cirebon Meninggal Mendadak Saat Duduk

Rahmadi mengaku mendapatkan kabar duka tersebut pada Kamis (14/12/2017) lalu sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, Rahmadi sedang berada di Bali. "Saya lagi kerja di Bali. Tiba-tiba dapat kabar, itu waktu kejadian. Kalau video beredar sih baru malam tadi," katanya.

Rahmadi mengatakan keluarga menduga meninggalnya Bugis dikarenakan serangan jantung. Pasalnya, sambung Rahmadi, Bugis memiliki riwayat penyakit lemah jantung. Bugis bersama istrinya, Mimin Aminah tinggal di Kelurahan Pekalangan, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, Jawa Barat.

Rahmadi mengaku Bugis merupakan sosok ayah yang pendiam. Sebelum meninggal, sambungnya, keluarga tak pernah memiliki firasat apapun tentang Bugis. Namun, diakui Rahmadi saat ia berada di Bali, Bugis sempat menelponnya dan meminta untuk mengirim sejumlah uang.

Dalam percakapannya itu, lanjutnya, Bugis sempat berbicara jika permintaannya itu merupakan permintaan terakhirnya. "Penyakit lain sih tidak ada, hanya lemah jantung. Saya tak punya firasat apa-apa saat bapak ngomong kalau permintaan dikirim uang itu merupakan terakhir kalinya, waktu itu hari Sabtu ( 9/12/2017). Uangnya buat kakak yang mau hajatan. Terus hari Kamisnya bapak meninggal," ucapnya.

Rasmadi pun meminta agar video detik-detik meninggalnya Bugis tidak disebarluaskan. "Yang sudah tersebar ya tak apa-apa. Semoga ini menjadi amal ibadah bapak, mengingatkan kita kalau kematian itu tidak ada yang tahu datangnya kapan dan tempatnya di mana," katanya.

Di tempat yang sama, Bakri (56) teman Bugis mengaku mengenal Bugis sejak lama. Bakri pun sempat menyaksikan Bugis saat menghembuskan nafas terakhirnya.

Menurut Bakri, Bugis merupakan orang baik yang tak banyak bicara. "Orangnya pendiam, saya kenal lama. Saat meninggal saya ada di lokasi," ucapnya kepada detikcom. (avi/avi)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT