DetikNews
Jumat 15 Desember 2017, 23:29 WIB

Deddy Mizwar Curhat Soal Limbah Cair di Sungai Citarum ke DPR

Mukhlis Dinillah - detikNews
Deddy Mizwar Curhat Soal Limbah Cair di Sungai Citarum ke DPR Foto: Mukhlis Dinillah
Bandung - Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar curhat kepada anggota DPR RI Komisi VII tentang persoalan sungai Citarum. Demiz sapaannya menyebut sungai Citarum sudah bersih dari sampah namun kini malah tercemar limbah cair.

Hal itu disampaikan Demiz saat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi VII di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (15/12/2017). Dalam pertemuan itu dihadiri Wakil Ketua Komisi VII Herman Khoeron dan anggota lainnya. Termasuk juga sejumlah direksi BUMN yang bermitra dengan Komisi VII.

"Dulu sungai Citarum terkotor di dunia, dengan berbagai upaya sudah tidak ada sampah. Tapi sekarang predikatnya jadi sungai terhitam karena limbah cair," kata Demiz di hadapan anggota DPR RI Komisi VII yang hadir.

Menurutnya limbah cair ini tak lepas dari ulah pelaku industri di sekitar sungai. Pemprov Jabar tentu menyayangkan minimnya kesadaran dari pelaku industri yang membuang limbah ke sungai Citarum.

"Ini PR ke depan. Mengatur pengusaha itu sebenarnya mudah, karena mereka terpelajar. Tapi pada kenyataannya sulit. Mereka ternyata lebih pintar dari kita," ungkap dia.

Ia mengatakan penyelesaian pencemaran di sungai Citarum merupakan tugas semua pihak baik struktural maupun non struktural. Sebab, sambung dia, sungai Citarum merupakan sumber pengihidupan dan energi untuk masyarakat Jabar.

Dalam beberapa tahun terakhir, Pemprov Jabar menggandeng banyak pihak untuk melakukan aksi penyelamatan sungai Citarum. Mulai dari Citarum Bestari, revitalisasi sungai untuk memperbaiki kualitas air yang ada.

"Kita tahu Citarum itu sumber energi, air kan ke Waduk Saguling. Jadi air juga penting kan PLTA, ada mikro hydro maka kualitas air pun menjadi penting berbicara energi. Ini tugas bersama," kata Demiz.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Herman Khoeron mengatakan harus ada tindakan tegas dari Pemprov Jabar terkait pelaku industri nakal yang mencemari sungai Citarum. Di antaranya mencabut izin usaha atau menutup lubang pembuangan.

"Ada aturannya UUD yang bisa diterapkan. Bisa pencabutan izin dan penutupan lubang pembuangan. Membrikan syarat IPAL, kalau tidak ada ini yang ada sanksi diterapkan," tutur dia.

Ia mengapresiasi keberhasilan Pemprov Jabar membebaskan sungai Citarum dari sampah meski saat ini malah dicemari limbah cair. Hal itu dikarena Pemprov Jabar masih memberikan toleransi kepada pelaku industri dengan mempertimbangkan aspek ekonomi.

"Ya mungkin (Pemprov Jabar) masih toleran. Buktinya mereka masih buang limbah ke sungai. Tapi kalau tidak dari sekarang menindak kapan lagi. Jadi harus ada tindakan tegas," kata Herman.


(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed