DetikNews
Jumat 15 Desember 2017, 14:30 WIB

Derita Roni, Warga Bandung yang Lumpuh Akibat Kecelakaan Kerja

Wisma Putra - detikNews
Derita Roni, Warga Bandung yang Lumpuh Akibat Kecelakaan Kerja Roni terbaring lemah/Foto: wisma putra
Bandung - Raut wajah Syahroni (34), nampak tegar di hadapan anak pertamanya Witri Novianti (14) meski terbaring sakit hampir selama tiga tahun di atas tempat tidur. Dia nampak menahan sakit yang dideritanya.

Warga Kampung Cilebak 02/02, Desa Rancamayar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung itu mengalami infeksi di bagian paha, pantat dan kemaluannya hingga membuat setengah badannya lumpuh. Selain itu, bagian paha hingga kakinya mengecil.

Roni sapaan karibnya itu mengungkapkan infeksi yang dideritanya itu akibat kecelakaan kerja tiga tahun ke belakang saat ia bekerja menjadi kuli bangunan di Buahbatu, Kota Bandung.

"Pertamanya tubuh saya tertimpa reruntuhan tembok bangunan, terus kena ke bagian perut. Tidak lama dari itu perut saya harus dioperasi karena tidak dapat membuang kotoran melalui anus," ujar Syahroni saat ditemui di kediamannya, Jumat (15/12/2017).

Karena sudah tidak dapat beraktivitas lagi, Roni hanya bisa terbaring lemah di sebuah kasur bisa yang digelar di ruangan tengah rumahnya, sedangkan bagian tubuh yang infeksi ditutup menggunakan selimut.

Menurutnya infeksi yang ada di bagian tubuhnya itu diakibatkan tidak adanya penanganan seusai operasi perutnya. "Saya dioperasi di RSHS Badung, biayanya Rp 30 juta," ujarnya.

Biaya operasi itu didapatkan dari hasil penjualan rumah miliknya yang lokasinya tidak jauh dari rumah orangtua yang ditinggalinya sekarang. "Biaya operasinya dari hasil penjualan rumah, karena saat itu saya tidak memiliki uang," ujarnya.

Karena sudah lama tidak mendapatkan penanganan medis, infeksi yang ada di bagian tubuhnya itu semakin parah hingga bagian kantong kemih dan pahanya. Akibatnya jika ia ingin membuang air kecil menjadi tidak lancar.

Sebelumnya Roni memiliki kartu BPJS Kesehatan, karena tagihan iuran tiap bulan tak terbayar karena ia sudah tidak bekerja, sehingga kartu yang digunakannya untuk berobat menjadi tidak aktif. "Dulu punya BPJS, karena tidak terbayar jadi tidak aktif lagi. Pasca operasi tidak pernah kontrol, mungkin karena itu timbul infeksi ini," jelasnya.

Kini Roni hanya dijaga oleh dua orang anaknya Witri Novianti (14) siswa SMPN 3 Baleendah kelas 3 (9) dan Julia Putri siswa SDN 3 Rancamanyar kelas 4. Sedangkan istrinya Mimin Aminah membanting tulang menggantikan peran Roni.

"Istri saya kerja di konveksi di daerah Permata Kopo, berangkat jam 7 pagi pulang jam 6 sore. Anak-anak sekolah, kalau mau minum disiapkan sama anak-anak, kalau mau makan nunggu anak pulang, mau anak yang kecil atau yang besar sama," ucapnya.

Meski sudah terbaring sakit selama tiga tahun, hingga kini belum ada penanganan khusus yang dilakukan Pemkab Bandung untuk pengobatan Roni.

Roni berharap ada penanganan dari Pemkab Bandung untuk mengobati infeksi yang ada di bagian tubuhnya. "Saya berharap ada bantuan dari pemerintah, saya ingin sembuh dan kembali bekerja," harapnya.

Sementara itu, anak pertamanya Witri Novianti (14) setia menemani ayahnya yang terbaring di atas tempat kasur yang digelar di ruang tengah rumahnya. Meski hari ini sekolahnya sudah libur, Witri lebih memilih menjaga ayahnya.

"Ingin segera sembuh (ayah), soalnya (Witri) mau masuk SMA, tahun depan lulus," harapnya.
(avi/avi)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed