DetikNews
Kamis 14 Desember 2017, 21:44 WIB

240 Santri di Jabar Asah Kemampuan Bahasa Inggris

Sudirman Wamad - detikNews
240 Santri di Jabar Asah Kemampuan Bahasa Inggris Para santri yang ikut dalam lomba English Story Telling di Cirebon. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Cirebon - Sejumlah komunitas dan klub bahasa Inggris bagi para santri di sejumlah pondok pesantren (ponpes) bermunculan. Anggota komunitas dan klub selalu antusias mengikuti kejuaraan atau perlombaan yang berkaitan dengan kemampuan berbahasa Inggris.

Di era digitalisasi ini ternyata santri juga dituntut untuk berkembang. Bahasa Inggris dijadikan sebagai amunisi bagi para santri yang ada di ponpes agar bisa menyesuaikan perkembangan zaman.

Inggi Fadilah (17), salah seorang santri asal Ponpes Al Shigor Gedongan Cirebon, mengaku tak pernah absen setiap ada perlombaan tentang keahlian dalam berbahasa Inggris.

"Sering ikut lomba. Di kompetisi ini saya menjelaskan tentang Allah adalah segalanya menggunakan bahasa Inggris," ucap Inggi saat ditemui detikcom di sela kompetisi English Story Telling yang diinisiasi PT HM Sampoerna di Ponpes KHAS Kempek Cirebon, Jawa Barat, Kamis (14/12/2017).

Kemampuan berbahasa Inggris selalu ia asah setiap hari. Inggi mengaku mulai belajar bahasa Inggris sejak kelas VI SD. Kinia ia kelas XII.

"Kalau anak pesantren kan terlihatnya salafi banget, kita tak mau kalah dong. Harus ikut bersaing juga karena bahasa Inggris itu bahasa dunia. Di ponpes saya itu wajib berbahasa Inggris dan Arab setiap harinya," kata Inggi.

Di tempat yang sama, Aninda Pupsa (15), salah seorang peserta asal Ponpes KHAS Kempek, sangat antusias dengan penyelenggaraan lomba English Story Telling tersebut. Aninda mengaku aktif dalam komunitas bahasa Inggris yang ada di Ponpes KHAS Kempek.

"Waktu MTS ikut klub belajar bahasa Inggris, sekarang aktifnya di komunitas. Bahasa Inggris itu bahasa global, kita (santri) harus juga menguasai itu. Hari ini saya ingin berkisah tentang kisah Roro Jonggrang," ucap Aninda.

Di tempat yang sama, Head of West Java Zone PT JM Sampoerna Tbk Yohan Lesmana mengatakan kegiatan English Story Telling itu berlangsung di tiga daerah yaitu Kota Cianjur, Sukabumi, dan Cirebon. Sebanyak 240 santri yang ikut dalam kegiatan tersebut.

Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan literatur bahasa Inggris di lingkungan ponpes yang ada di Jabar. "Kami ingin menciptakan individu yang mampu bersaing dan menguasai bahasa Inggris. Kami yakin melalui pembelajaran dengan sistem interaktif ini peserta akan termotivasi dan mendapatkan hal positif," tutur Yohan.

Pengasuh Ponpes KHAS Kempek Kiai Muhammad Bin Jafar menyebut kemampuan berbahasa Ingrris menjadi kebutuhan para santri. Sebab, sambung dia, ke depannya santri bukan hanya dituntut untuk pandai dalam literatur agama, akan tetapi harus mampu mengomunikasikan agama melalui bahasa global.

"Dengan berbahasa Inggris, santri bisa menyampaikan ajaran agama ke dunia global. Dalam Islam pun dikatakan, orang yang menguasai bahasa suatu kaum, maka orang tersebut akan selamat dari tipu daya kaum itu," ucapnya.

Dia berharap program literasi bahasa Inggris bisa memotivasi pesantren untuk membuat kawasan khusus berbahasa Inggris. Tentunya dengan pembinaan yang berkelanjutan.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed