Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Iwa Karniwa menyebut hingga Rabu (13/12), serapan APBD Jabar telah mencapai 81 persen setelah Senin (11/12), penyerapan baru mencapai 77,30 persen. Sehingga, ia masih yakin penyerapan anggaran bisa capai target.
"Kami masih optimistis bisa capai target dalam hitungan hari ke depan. Yang paling membuat kami bahagia, bantuan ke desa untuk sarana prasarana dan kinerja desa, hampir 100 persen" kata Iwa di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (14/12/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dana bantuan tersebut untuk meningkatkan kinerja desa dan pembangunan sarana serta prasarana desa yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Sejauh ini tinggal 4 desa yang belum melakukan pencairan," tutur Iwa.
Ia menuturkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp 400 miliar turun dan ditransfer langsung ke sekolah di kabupaten dan kota di Jaba. Dana BOS juga menjadi poin penting yang membuat APBD tahun ini cepat terserap.
Poin lain penyerapan anggaran lainnya, menurut Iwa, ialah penganggaran Rp 164 miliar untuk pembebasan lahan di Kertajati, Kabupaten Majalengka, dalam rangka pengembangan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB).
"Pembebasan lahan ini membutuhkan monitoring yang sangat teliti untuk dilaksanakan tahun ini karena tidak bisa dianggarakan pada APBD 2018. Jadi kita terus berupaya membebaskan lahan tahun ini," ungkap dia.
Pos anggaran selanjutnya yang menyerap APBD 2017 adalah penyerapan dana bagi hasil pajak sebesar Rp 1,6 triliun. Penyaluran dana bagi hasil ini, sambung dia, ditargetkan selesai 15 Desember 2017. Pos lainnya yaitu belanja modal yang baru terserap Rp 1,5 triliun dari Rp 2,74 triliun.
Ia menjelaskan serapan anggaran tahun ini normal, bahkan lebih baik dari tahun lalu. Indikatornya yaitu sisi nilai absolut yang lebih besar dan juga persentasenya. Anggaran absolut tahun ini, katanya, sudah Rp 27 triliun, sedangkan tahun lalu sekitar 25 triliun.
"Sedangkan serapan anggaran tahun lalu mencapai Rp 93 persen, dan tahun ini yakin bisa terserap 94 persen," kata Iwa.
Iwa mengaku akan terus memantau langsung proses pencairan. Dia juga meminta agar para kepala daerah segera menyerahkan dokumen terkait pencairan bantuan keuangan, begitu juga dinas-dinas di lingkungan Pemprov Jabar.
"Kami akan pantau agar tidak ada hambatan atau perlambatan penyerapan anggaran tahun ini yang tinggal menghitung hari," ujar Iwa. (bbn/bbn)











































