DetikNews
Kamis 14 Desember 2017, 09:58 WIB

Oknum Aparat Diduga Kelola Limbah Medis di Cirebon

Sudirman Wamad - detikNews
Oknum Aparat Diduga Kelola Limbah Medis di Cirebon Limbah medis menumpuk di TPS liar Cirebon. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Cirebon - Dandim 062/Kabupaten Cirebon Letkol Inf Irwan Budiana mengaku mendapatkan instruksi dari Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Doni Monardo untuk menyidak tempat usaha pengolahan limbah medis rumah sakit. Langkah tersebut sebagai buntut temuan tumpukan limbah alat medis di tempat pembuangan sementara (TPS) liar di Desa Panguragan Wetan, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

TNI bersama petugas lainnya dari Polri dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyambangi tempat pengolahan limbah medis di kawasan Panguragan pada Rabu (13/12) kemarin. Kedatangan aparat gabungan itu mendapat penolakan dari para pekerja di tempat pengolahan limbah medis.

"Memang ada kericuhan. Namun tidak terjadi apa-apa," kata Irwan saat dihubungi via telepon, Kamis (14/12/2017).

Setelah ricuh, sambungnya Irwan sempat meminta identitas dan nomor telepon pengelola tempat usaha tersebut ke salah seorang pekerja. Irwan tak menampik tempat usaha pengelolaan limbah itu diduga dikelola oknum TNI.

"Apa yang kita lakukan ini bukti itikad baik dari TNI. Karena ada dugaan unsur oknum aparat yang terlibat. Kita pun konsisten tidak akan pandang bulu," ujar Irwan.

Saat ini, sambung dia, polisi dan KLHK masih mengumpulkan sejumlah bukti-bukti adanya dugaan pelanggaran hukum terkait tempat pengolahan limbah medis yang diduga dikelola oknum aparat itu. Hasil sidak yang dilakukannya, Irwan mengaku menemukan sejumlah botol infus yang sudah di cacah dan belum dicacah.

"Kalau kami gunakan azas praduga tak bersalah tentunya sudah ada yang janggal, kenapa kami datang dihalang-halangi. Kalau tidak melanggar hukum ya tak usah seperti itu," tuturnya.

Irwan mengatakan pihaknya akan memanggil oknum yang diduga terlibat dalam bisnis limbah medis itu. Oknum tersebut dipanggil sebagai saksi.

"Dasar pemanggilannya karena usaha tersebut disinyalir meresahkan warga. Warga sejatinya mendukung langkah kami. Oknum ini bertugas di Bandung, nanti komandannya yang akan memanggil," ucap Irwan.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed