Aliansi Ormas Islam Sukabumi Aksi Damai Save Palestina

Aliansi Ormas Islam Sukabumi Aksi Damai Save Palestina

Syahdan Alamsyah - detikNews
Rabu, 13 Des 2017 17:20 WIB
Aliansi Ormas Islam Sukabumi Aksi Damai Save Palestina
Aksi damai dan solidaritas warga Sukabumi untuk Palestina. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi - Massa Aliansi Ormas Islam Sukabumi menggelar aksi damai Save Palestina. Mereka mengecam pernyataan Presiden Amerika Donald Trump soal Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Massa berjalan kaki menyusri kawasan Lapang Merdeka, Jalan Achmad Yani, Jalan Gudang, dan gedung DPRD Kota Sukabumi, Rabu (13/12/2017).

"Cara paling efektif ialah seluruh negara mayoritas muslim bisa mengirimkan tentara ke Palestina, masing-masing negara sedikitnya mengirim 500 orang tentara saja sudah terhimpun sekitar 20 ribu tentara. Kalau kompak, 50 negara muslim kirim tentara, termasuk dari Indonesia," kata Pimpinan Pondok Pesantren Dzikir Al Fath, Fajar Laksana, saat berorasi.
Aliansi Ormas Islam Sukabumi Aksi Damai Save PalestinaMassa berjalan kaki dari titik Lapang Merdeka, Jalan Achmad Yani, Jalan Gudang, gedung DPRD Kota Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Fajar menilai apabila Indonesia sebagai negara muslim terbesar mengambil langkah strategis, akan berpengaruh kepada negara dengan mayoritas muslim lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Langkah ini, tentunya akan berpengaruh dan menjadi contoh negara mayoritas muslin lainnya agar bersama-sama mengusir zionis Israel dari Palestina. Membebaskan Masjid Al Aqsa dan mengembalikan seluruh wilayah Palestina," tutur Fajar.

Aksi massa mendapat pengawalan sejumlah personel Polres Sukabumi Kota. Ketua DPRD Yunus Suhandi sempat menemui massa dan mendukung respon digulirkan pedemo.

"Kita mendukung Palestina damai, saya sepakat dengan apa yang menjadi tuntutan teman-teman aksi. Insya Allah apa yang diaspirasikan ini kami akan langsung sampaikan ke DPR RI. Sebagai umat muslim memang sudah suatu kewajiban agar saudara kita di Palestina mendapat kemerdekaan yang hakiki," tutur Yunus. (bbn/bbn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini