Aher mengatakan pesantren punya peran penting dalam sejarah NKRI. Sebab, sambung dia, para ulama terdahulu ikut berjuang bersama merebut dan mempertahankan kemerdekaan dari tangan penjajah selama ratusan tahun.
"Kita garisbawahi bahwa pesantren ini menjadi bagian pemilik saham NKRI. Karena pesantren memiliki peran yang sangat kuat untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan," kata Aher usai pelantikan di Gedung Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung, Selasa (12/12/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya kemajuan peradaban bisa terwujud dengan dua syarat. Pertama, harus mengusai ulum (kumpulan keilmuan) yang berasal dari wahyu atau Alquran. Kedua, menguasai ilmu pengetahuan alam dan teknologi.
"Kita meyakini bahwa manakala ilmu-ilmu keagamaan menyatu padu dengan ilmu pengetahuan dan teknologi itu akan melahirkan kebaikan yang utuh, tidak saja kebaikan duniawi tapi akhirat. Maka lahir peradaban yang maju," tutur dia.
Dia menyakini SDM di pesantren sudah mendapatkan bekal ilmu keagamaan yang memadai. Sehingga, sambung dia, tinggal bagaimana meningkatkan penerapan ilmu pengetahuan alam dan teknologi sebagai penyempurna.
"Jadi kami harap BKSsPP yang mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan pesantren untuk mengokohkan sistem kepesantrenan, baik kepesantrenan dalam arti mengajarkan ilmu-ilmu agama dan ilmu alam serta teknologi," kata Aher.
(ern/ern)










































