Pria yang akrab disapa Emil itu mengakui dari hasil survei sebanyak 20 persen warga belum mengenal dirinya, terutama untuk wilayah Pantai Utara Jawa atau Pantura.
"Maka saya tahu diri terus bergerak ke zona di mana saya kurang dikenal. Hasilnya memang banyaknya saya kurang dikenal di Pantura," ujar Emil kepada wartawan di Pendopo Kota Bandung, Senin (11/12/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Emil mengatakan selain bertemu kiai NU dirinya juga menyempatkan diri dengan bermusyawarah dan bersilaturahmi dengan para tokoh, petani, guru, buruh, kiai Muhammadiyah dan kiai Persis.
"Jadi enggak pilih-pilih (bertemu). Kenapa ke NU, karena mayoritas kedekatan ormas di Jabar itu di NU khususnya Pantura," katanya.
Disinggung soal hasil safari, Emil mengungkapkan 50 persen lebih permasalahan yang dialami oleh warga Pantura adalah persoalan ekonomi. Salah satunya pesantren yang butuh bantuan, warga desa butuh pekerjaan, pendapatan petani kurang maksimal, hingga nelayan yang selalu terkendala cuaca.
"Sisanya lebih ke palayanan pendidikan dan kesehatan. Jadi sebenarnya isunya kalau dipetakan enggak jauh beda. Bahkan untuk urusan pesantren isunya bukan kurikulum keislaman atau isu agama tapi bagaimana si pesantrennya itu diberdayakan punya solusi ekonomi," beber Emil. (ern/ern)










































