DetikNews
Senin 11 Desember 2017, 20:17 WIB

Akhir Tahun, Polrestabes Bandung Waspadai Lonjakan Harga Pangan

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Akhir Tahun, Polrestabes Bandung Waspadai Lonjakan Harga Pangan Foto: Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo (Dony-detikcom)
Bandung - Polisi turut mewaspadai kenaikan harga pangan jelang akhir tahun 2017. Kenaikan harga dapat memicu gangguan keamanan dan ketertiban di tengah-tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan langsung Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo usia mengikuti video conference Kapolri di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin (11/12/2017).

"Tentunya kita jajaran kepolisian ikut memantau pergerakan harga pangan jangan sampai harga tidak terkontrol dan itu dapat menimbulkan keresahan di masyarakat," ucap Hendro.

Guna memantau harga pangan di pasaran, Polrestabes Bandung telah menyiapkan tim Satgas Pangan. Tim akan bekerja ke setiap pasar di Kota Bandung guna mengecek kondisi harga dan ketersediaan pangan.

"Sehingga nantinya bisa dikendalikan dan dicarikan solusi," katanya.

Polisi juga akan menyelidiki apabila terjadi kelangkaan pangan di tengah-tengah masyarakat. Tindakan tegas diberlakukan apabila terbukti ada penimbunan.

"Tindakan terhadap misalnya penimbunan kita siapkan langkah penindakan dan proses pidananya," kata dia.

Sementara di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) Kota Bandung Elly Wasliah menuturkan berdasarkan hasil pemantauan pekan kemarin, saat ini memang terjadi lonjakan harga di beberapa komoditas pangan.

Harga telur melonjak dari Rp 20 ribu naik menjadi Rp 24 ribu. Harga cabai untuk jenis TW, merah dan cabai Tanjung juga meningkat dari Rp 30 ribu menjadi Rp 35 ribu.

"Jadi dua komoditas ini yang kami pandang ada kenaikan, tapi masih dalam batas wajar. Kenaikannnya belum melebihi yang tidak diharapkan," katanya.

Kedua komoditas tersebut memiliki faktor tersendiri sehingga harganya meningkat. Untuk telur, kata Elly, meningkatnya harga disebabkan karena cuaca dingin yang berpengaruh kepada jumlah produksi telur. Hal serupa juga terjadi pada cabai, menurutnya cuaca buruk menyebabkan petani cabai gagal panen.

Pihaknya terus memantau pergerakan harga pangan menjelang akhir tahun ini. Namun pihaknya sudah menyiapkan langkah antisipasi salah satunya dengan menyiapkan operasi pasar.

"Ada perintah kalau memang meningkat dilakukan operasi pasar. Tapi kita upayakan dengan satgas pangan dahulu, kita bergerak agar relatif stabil. Tapi kalau di luar kendali kita, dilakukan operasi pasar," katanya.
(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed