DetikNews
Minggu 10 Desember 2017, 20:27 WIB

Pembuang Limbah Medis di TPS Liar Cirebon Bisa Dipidanakan

Sudirman Wamad - detikNews
Pembuang Limbah Medis di TPS Liar Cirebon Bisa Dipidanakan Foto: Sudirman Wamad
Cirebon - Pembuang limbah medis di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) liar Desa Panguragan Wetan, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat bisa dipidanakan.

Hal itu disampaikan Kapolres Cirebon AKBP Risto Samodra usai mendampingi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyegel TPS liar itu, Minggu (10/12/2017). Risto mengatakan pasca penyegelan TPS liar pihaknya akan menunggu hasil penyelidikan untuk menemukan bukti-bukti lain.

"Ini sebagian kecil yang di sini. Dan yang membawa ke sini bisa suspect sebagai tersangka jika terbukti. Kita akan cari sumbernya dari mana," kata Risto.

Risto mengatakan limbah medis yang ada di TPS liar diduga tak hanya berasal dari Cirebon. "Memang ada indikasi bahwa ini lintas provinsi. Rumah sakit di Cirebon tidak mungkin sebanyak ini," ucapnya.

Menurutnya penyelidikan akan dilakukan dengan mengejar rumah sakit yang diduga membuang limbah medisnya di TPS tersebut. "Dari rumah sakit mana saja, nanti penyidik KLHK yang bisa memberikan statement itu," katanya.

Lebih lanjut Risto mengatakan apabila dari hasil investigasinya ditemukan adanya tindak pidana umum maka akan diproses oleh kepolisian. Namun apabila tindak pidana tersebut bersifat khusus atau mengarah pada lingkungan, maka KLHK yang akan menindaknya.

Risto menduga limbah medis tersebut berasal dari lintas provinsi. "Memang ada indikasi bahwa ini lintas provinsi. Rumah sakit di Cirebon tidak mungkin sebanyak ini," ucapnya.

Sementara itu Kepala Seksi Jasa Direktorat Penilaian Kinerja Pengelolaan Limbah B3 KLHK Christoper Sirait menyayangkan pembuangan limbah medis di TPS. Menurutnya ada penanganan khusus untuk limbah rumah sakit.

"Sebenarnya tidak dibenarkan limbah medis itu dipindahkan, tapi segera mungkin dimusnahkan. Karena limbah tersebut sifatnya infeksius," katanya.

Christoper mengatakan perkembangan bakteri pada limbah medis terbilang cepat. Setiap delapan jam sekali bakteri yang ada di limbah medis melakukan duplikasi. Sehingga limbah medis bisa menjadi sumber segala penyakit.

"Penyakit yang ditimbulkan itu tergantung, yang tahu secara spesifik itu dari kedokteran. Bahkan limbah medis ini bisa menyebabkan kanker, salah satunya kanker kulit," ucapnya.

Risiko terburuk, limbah medis tersebut menjadi sarang virus. Akibatnya tumpukan limbah medis bisa mengakibatkan kematian jika terpapar ke manusia. "Kalau mengandung virus mematikan, tentu bisa menyebabkan kematian," tegasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Balai Penanganan dan Penegakan Hukum (Gakum) KLHK Jawa Bali Nusatenggara (Jabalnusra) Benny Bastiawan penemuan tumpukan limbah medis di Cirebon merupakan kasus pertama yang di tangani Dirjen Gakum KLHK. Benny menilai tumpukan limbah medis tersebut secara jumlah sangatlah besar.

"Ini pertama kali di wilayah kami. Kami membutuhkan bahan-bahan penelitian lanjutan, untuk itu teman kami dari direktorat pengelolaan limbah B3 mengumpulkan bukti-bukti," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, KLHK menyegel TPS liar Desa Panguragan Wetan, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat yang dijadikan sebagai tempat pembuangan limbah medis.


(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed