Pemkab Cirebon Angkut Tumpukan Limbah Alat Medis

Sudirman Wamad - detikNews
Jumat, 08 Des 2017 14:54 WIB
Kendaraan berat mengangkut limbah alat medis di Cirebon. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Kabupaten Cirebon - Pemkab Cirebon menerjunkan satu unit kendaraan berat untuk membersihkan limbah alat medis yang menumpuk di tempat pembuangan sementara (TPS) liar. Lokasi TPS ini berada di Desa Panguragan Wetan, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon Hermawan menegaskan segera memusnahkan tumpukan limbah medis di tempat tersebut. Menurut dia, limbah medis yang tergolong limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) akan menimbulkan pencemaran lingkungan, terlebih lagi posisi TPS liar berada di bantaran anak Sungai Winong.

"Hari ini juga kita akan angkut, ini instruksi dari bupati untuk segera dimusnahkan. Kita sudah siapkan satu alat berat dan tiga armada mobil," kata Hermawan kepada detikcom usai menggelar pertemuan dengan masyarakat dan pengusaha rongsok di kantor Kecamatan Panguragan, Jumat (8/12/2017).

Baca juga: Hiii... Limbah Alat Medis di Cirebon Dapat Tularkan HIV

Alat berat itu mengeruk tumpukan limbah medis seperti jarum suntik, tabung darah, labu darah dan bekas kantong infus. Di lokasi tersebut ditemukan juga sejumlah tabung kecil berisi darah. Limbah tersebut dimasukkan ke tiga kontainer, lalu akan diangkut menuju TPA Gegesik Cirebon.

Hermawan menjelaskan untuk pemusnahan limbah medis itu harus ditangani secara khusus, salah satunya dengan insinerator. Selain pemusnahan, ia menegaskan Pemkab Cirebon ke depannya akan menerapkan Pasal 111 Undang-undang (UU) Nomor 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

"Dalam UU itu, barang siapa yang membuang sampah, yang mengandung limbah B3 ancamannya enam tahun penjara. Itu akan ditindak melalui Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH), kita akan bentuk PPLH ini. Jadi, pengusaha rongsok di Panguragan jangan main-main," tutur Hermawan.

Untuk saat ini, sambung dia, pihaknya belum bisa menindak para pelaku pengusaha rongsok yang membandel membuang limbah medis di sembarang tempat. Ia menjelaskan hal tersebut berkaitan dengan mata pencaharian masyarakat sekitar.

"Saat ini kami masih memberi kelonggaran, karena di Panguragan ini ada dua mata pisau, pertama soal mata pencaharian masyarakat dan kedua soal pencemaran lingkungan. Kami harus bijak soal ini," ujar Hermawan.

Baca juga: Sampah Alat Medis di Cirebon Diduga Berasal dari Pengusaha Rongsok

Camat Panguragan Syafrudin mengatakan mayoritas masyarakat Panguragan bekerja sebagai pengusaha rongsok. Satu pengusaha rongsok rata-rata mempekerjakan ratusan masyarakat sekitar. Ia juga tak menampik adanya pengusaha rongok yang membandel, dalam artian memasok limbah medis, tepatnya di Desa Panguragan Kulon.

"Tahun kemarin itu yang mengelola limbah medis ada satu di Panguragan Kulon. Informasi yang saya dapat kemarin sekarang sudah ada beberapa. Kurang lebih ada 500-an orang yang bekerja di situ," kata Syafrudin. (bbn/bbn)