DetikNews
Kamis 07 Desember 2017, 20:46 WIB

Hiii... Limbah Alat Medis di Cirebon Dapat Tularkan HIV

Sudirman Wamad - detikNews
Hiii... Limbah Alat Medis di Cirebon Dapat Tularkan HIV Timbunan limbah alat medis yang ada di TPS liar itu diduga berasal dari pengusaha rongsok. (Foto: Sudirman Wamad)
Kabupaten Cirebon - Timbunan limbah alat medis yang berada di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) liar, Desa Panguragan Wetan, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, TNI, dan kepolisian langsung meninjau ke lokasi TPS.

Mereka kaget melihat timbunan limbah medis seperti jarum suntik, tabung darah, labu darah dan bekas kantong infus. Di lokasi tersebut ditemukan juga sejumlah tabung kecil berisi darah yang dibiarkan berserakan begitu saja.

Baca juga: Ngeri! Limbah Alat Medis Menumpuk di Bantaran Sungai Cirebon

Kodim 0620/Kabupaten Cirebon segera berkoordinasi dengan instansi terkait guna melaksanakan pembersihan. "Secepat mungkin ini harus dibersihkan, karena dapat mengganggu kesehatan masyarakat. Di situ, banyak jenis penyakit yang berbahaya bisa menular ke masyarakat," tutur Kasdim 0620/Kabupaten Cirebon Mayor Inf Sulkifli usia meninjau ke lokasi, Kamis (7/12/2017).
Sangat berbahaya bagi kesehatan. Tentu ini menandakan adanya kegawatan.Kabid Kesehatan Lingkungan Dinkes Kabupaten Cirebon Edi Susanto


Sulkifli menilai posisi TPS liar yang berada di bantaran anak Sungai Winong ini mempermudah penyebaran penyakit jika airnya mengalami kenaikan. Situasi tersebut mengancam kesehatan lingkungan dan manusia.

"Kita harus mengambil tindakan tegas. Sesuai dengan perintah Pangdam Siliwangi, kalau sudah menyangkut persoalan ekosistem kita harus tindak tegas dan akan menindak lanjuti soal ini," ujar Sulkifli.
Aparat gabungan melihat langsung limbah alat medis yang menumpuk di TPS liar, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom).
Kepala Bidang Kesehatan Lingkungan Dinkes Kabupaten Cirebon Edi Susanto mengatakan alat-alat bekas medis tersebut tergolong limbah infeksius, yakni limbah yang dapat menularkan penyakit seperti HIV, hepatitis, dan sebagainya.

"Kita sudah koordinasi dan komitmen untuk segera menyelesaikan. Karena ini termasuk limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) jadi penanganannya harus khusus, kita akan bicara kan soal ini dengan instansi terkait," ucapnya.

"Ini ada reduksi macam-macam, ada serum bekas botol yang masih berisi darah. Kemudian bungkus bekas pengobatan HIV dan hepatitis, tentu ini bisa menularkan penyakit HIV dan hepatitis," kata Edi menambahkan.

Baca juga: Sampah Alat Medis di Cirebon Diduga Berasal dari Pengusaha Rongsok

Rencananya pada Selasa (12/12) mendatang, kata Edi, pihaknya menggelar rapat kordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat, aparat keamanan, kecamatan, dan pihak desa untuk membahas soal penanganan limbah medis.

"Kalau untuk waktu pembersihan limbah medis ini belum tahu kapan waktunya, tapi kita sedang bicarakan. Yang jelas ini akan segera ditangani," ujarnya.
Limbah alat medis di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) liar, Desa Panguragan Wetan, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Sekadar diketahui, timbunan limbah alat medis yang ada di TPS liar itu diduga berasal dari pengusaha rongsok. Di TPS liar itu terdapat sejumlah bungkus plastik berisikan obat dan alat kesehatan yang asal rumah sakit dan laboratorium medis. Seperti RS Mitra Husada Pringsewu Lampung, RSUD Fatmawati, Instalasi Farmasi RSKD Duren Sawit Jakarta Timur, dan Instalasi Farmasi Singaparna Medika Citrautama (SMC) Kabupaten Tasikmalaya.

"Sisi lainnya bahwa limbah medis di sini bukan milik Cirebon. Ini sangat berbahaya bagi kesehatan, tentu ini menandakan adanya kegawatan. Kita harus menangani ini segera mungkin," tutur Edi.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed