DetikNews
Kamis 07 Desember 2017, 10:54 WIB

Warga Majalaya Kabupaten Bandung Kesulitan Beli Gas Elpiji 3 Kg

Wisma Putra - detikNews
Warga Majalaya Kabupaten Bandung Kesulitan Beli Gas Elpiji 3 Kg kelangkaan gas di Majalaya/Foto: wisma putra
Kabupaten Bandung - Kelangkaan Elpiji 3 kg atau Elpiji melon terjadi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Salah satunya di Kecamatan Majalaya, kelangkaan sudah terjadi sejak dua hari lalu.

"Sudah dua hari ini susah mencarinya (Elpiji 3 kg), saya cari sampai Ciparay, muter-muter aja," kata Herman (28) warga Pelangi, Kecamatan Majalaya, Kamis (7/12/2017).

Hal yang sama diungkapkan Baban (34) penjual gorengan di Jalan Majalaya. Bahkan ia telah mencarinya langsung ke agen namun persediaan Elpiji 3 kg kosong.

"Kemarin saya cari sampai agen, tapi persediannya sedang kosong. Akhirnya ada di warungan setelah muter-muter, itu juga harganya Rp 19 ribu yang biasanya Rp 17 ribu," ujarnya.

Pantauan detikcom, ratusan tabung kosong Elpiji 3 kg tersusun rapi dengan diberi tulisan 'Gas Habis' di salah satu toko kelontong sekaligus Pangkalan LPG 3 kg Pertamina di Jalan Rancajigang, Majalaya.

"Baru kemarin kosongnya," kata Nurli Pandiangan, pemilik toko sekaligus pemilik pangkalan di Jalan Rancajigang 02/11, Desa Padamulya, Kecamatan Majalaya.

Nuril mengungkapkan, karena kelangkaan Elpiji 3 kg saat ini sedang terjadi dimana-mana, persediaan Elpiji 3 kg isi habisnya sangat cepat bahkan tidak sampai sehari.

Selain itu, gas miliknya juga dijual kepada pelanggan tetap warung-warung kecil di sekitar Rancajigang. "Ada konsumen warungan, eceran juga banyak," ungkap Nuril.

Di pangkalan milik Nuril ada sekitar 200 tabung Elpiji 3kg, dijual dengan harga eceran Rp 16.600. Menurutnya distribusi dari PT Primkopal Denal Bandung dibatasi sehingga ia mendapat giliran tiga hari sekali pengiriman Elpiji 3 kg isi, akibatnya banyak warga yang akan membeli Elpiji 3 kg harus kembali dengan tangan kosong.

"Banyak yang balik lagi, baru kemarin habis, Sabtu (9/12) depan ada lagi. Hari Sabtu juga enggak tentu (melihat kondisi Elpiji langka)," ujarnya.

Nuril menambahkan pelanggan Elpiji 3 kg subsidi lebih banyak dibandingkan non sub sidi Elpiji 5 kg dan 12 kg. "Kebanyakan warga punya tabung yang 3 kg, kalau yang 5 kg atau 12 jarang, mungkin karena harganya dirasa mahal," pungkasnya.
(avi/avi)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed