Demiz sapaan Deddy Mizwar mengatakan program 300 doktor ini sangat baik untuk menunjang kinerja Pemprov Jabar. Sehingga, sambung dia, pihaknya mendukung penuh realiasi beasiswa studi S3 untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut.a
Namun, nyatanya hingga tahun ini sejak pertama digulirkan, program 300 doktor baru diikuti oleh sekitar 60 ASN. Padahal, sambung dia, ada sekitar 40 ribu ASN di lingkungan Pemprov Jabar yang memanfaatkan peluang beasiswa tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya Pemprov Jabar memerlukan banyak dokter dan hasil-hasil riset yang dihasilkan. Sebab, sambung dia, riset bisa menjadi modal penting untuk perbaikan berbagai sektor yang jadi kelemahan Jabar selama ini.
"Kita perlu doktor dan hasil-hasil risetnya. Jadi yang mengabaikan dana riset itu sendiri ini akan tertinggal karena riset sangat penting," ungkap dia.
Ia menegaskan program beasiswa untuk para ASN ini perlu dilakukan evaluasi agar memberikan keleluasaan lebih kepada ASN yang ingin melanjutkan studinya. Sehingga, sambung dia, program 300 doktor ini bisa segera terealisasi.
"PNS kita ada puluhan ribu masa mencari 300 orang saja susah. Barangkali perlu dievaluasi apakah umur atau minat studi yang jadi hambatan karena disesuaikan kebutuhan daerah. 300 (doktor) saja menurut saya terlalu sedikit," tutur dia.
"Khawatirnya hasil riset mereka kalau tidak sesuai kebutuban daerah ya jadi nganggur. Ketika pulang ya enggak manfaat apa-apa, mereka malah pergi lagi ke luar negeri karena tempat mereka sekolah mengembangkan studi yang ia pelajari," kata Demiz. (avi/avi)











































