Kelompok Uus Gagal Edarkan Sabu Rp 1 Miliar di Bandung

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Selasa, 05 Des 2017 18:18 WIB
Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo memperlihatkan barang bukti. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo memperlihatkan barang bukti. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Bandung - Polisi membongkar kasus penyelundupan narkoba jenis sabu senilai Rp 1 miliar. Sabu seberat 500 gram atau setengah kilogram milik kelompok Uus ini gagal beredar di Kota Bandung.

Aksi penyelundupan sabu ini diungkap personel Satnarkoba Polrestabes Bandung yang dipimpin Kasatnarkoba AKBP Haryo Tejo di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Senin (27/11). Polisi meringkus tiga pria inisial TA, AA dan MA.

"Jaringan ini berencana untuk mengedarkan sabu-sabu di wilayah Kota Bandung," ucap Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Selasa (5/12/2017).

Terbongkarnya kasus tersebut berawal dari penangkapan seorang pengedar bernama Uus pada Mei 2017. Polisi lalu mengembangkan penyelidikan hingga muncul jaringan tersebut.

Setelah beberapa bulan menyelidiki, polisi mencium pergerakan kelompok Uus. Kala itu, polisi mendapat informasi pelaku hendak mendarat di Bandara Soekarno Hatta.

"Mereka dari Batam. Jadi barangnya mereka ambil dari luar," tutur Hendro.

Guna mengelabui petugas, para pelaku memasukkan sabu ke dalam bungkus makanan ringan. Upaya mereka sia-sia lantaran begitu tiba di bandara itu polisi sigap menangkap ketiganya.

"Ini (menyembunyikan sabu) merupakan modus bagi para pengedar narkoba untuk mengelabui polisi atau petugas Bea dan Cukai di bandara. Sehingga dengan dimasukkan ke makanan tidak terdeteksi," katanya.

Sabu seberat setengah kilogram itu disita petugas. "Nilainya kalau di rupiahkan mencapai satu miliar," ujar Hendro.

Ketiga pelaku saat ini sudah mendekam dibui Mako Satnarkoba Polrestabes Bandung. Mereka dijerat Pasal 132, 114 dan 112 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotik yang ancaman hukumannya 20 tahun bui. (bbn/bbn)