Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan selain wilayah darat, pengamanan Pilkada perlu dilakukan di wilayah perairan. Menurutnya tindak pidana atau pelanggaran pilkada bisa saja terjadi di perairan seperti laut dan sungai.
"Tadi kita simulasikan bagaimana merebut kotak suara yang telah diambil oleh pelaku dengan menggerakkan masyarakat. Kita perlu latih anggota kita untuk mengamankan pilkada," katanya usai simulasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperlima penduduk Indonesia itu di Jawa Barat. Maka dari itu, kita harus mengamankan pilkada agar lancar dan kondusif," katanya.
Foto: Sudirman Wamad |
Di tempat yang sama, Dirpolairud Polda Jawa Barat Kombes Pol Suwarto mengatakan Jawa Barat memiliki dua waduk yang besar, yakni waduk Jatiluhur dan Jatigede. Ada 12 kecamatan yang berada di waduk Jatiluhur dan enam kecamatan berada di wilayah waduk Jatigede.
Masyarakat sekitar waduk, sambungnya masih menggantungkan angkutan perairan dalam aktivitas kesehariannya. Selain waduk, laut pun menjadi pengawasan Polairud. "Di Jawa Barat ini masih ada yang beraktivitas di perairan, gangguan atau tindakan curang saat pilkada tentu memungkinkan terjadi. Kami sudah melakukan simulasi pengamanan," katanya.
Polisi membuat simulasi terjadinya pencurian kotak suara. Dalam simulasi tersebut, kotak suara dari TPS diambil oleh sejumlah orang yang kemudian diselamatkan oleh polisi dan masyarakat. "Kami memang mengambil prediksi yang paling buruk, hilangnya kotak suara. Ini sebagai upaya agar kami bisa mengantisipasi saat kondisi buruk itu terjadi," tegasnya.
Foto: Sudirman Wamad |












































Foto: Sudirman Wamad
Foto: Sudirman Wamad