detikNews
Rabu 29 November 2017, 17:14 WIB

Januari-November, 857 Rumah di Sukabumi Rusak Akibat Bencana

Syahdan Alamsyah - detikNews
Januari-November, 857 Rumah di Sukabumi Rusak Akibat Bencana Rumah ambruk karena longsor di Sukabumi pertengahan tahun 2017/Foto: Syahdan Alamsyah
Sukabumi - Catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, sebanyak 857 unit rumah terdampak bencana alam sepanjang bulan Januari hingga pertengahan November 2017.

Namun jumlah itu belum ditambahkan dengan dampak bencana alam yang terjadi pada penghujung November ini.

"Data itu masih bersifat sementara karena dipastikan bertambah seiring banyaknya bencana alam yang berdampak kepada kerusakan pemukiman warga," kata Yana Rusyana, Koordinator Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BPBD) Kabupaten Sukabumi, melalui sambungan telepon kepada wartawan, Rabu (29/11).

Tidak hanya rumah warga, terdapat pula tempat ibadah, sekolah dan kios yang mengalami kerusakan. Rincian kerusakan antara lain, rusak berat 285 unit, rusak sedang 312 unit, rusak ringan 260 unit. Bangunan yang rusak ini tersebar di 47 kecamatan di Kabupaten Sukabumi.

Selain itu, kerusakan juga dialami rumah ibadah, ruangan kelas, hingga kios. "Jumlah kerusakan didominasi oleh longsor dengan 244 kasus, kebakaran 107 kasus, angin puting beliung 67 kasus, banjir 41 kasus dan pergerakan tanah 21 kasus," lanjut Yana.

Beradasarkan informasi yang diperoleh BPBD dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam beberapa hari ke depan, wilayah Kabupaten Sukabumi masih dilanda siklon tropis Cempaka yang merupakan perubahan pola cuaca ekstrem.

Hal ini diungkap Kasie Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman. Siklon tropis cempaka memicu terjadinya hujan deras disertai angin yang bisa mengakibatkan bencana alam.

"Masyarakat harus waspada dengan kondisi cuaca hingga beberapa hari ke depan yang berpotensi terjadi bencana seperti banjir bandang, longsor, angin puting beliung, pergerakan tanah," imbaunya.

Menurut Eka petugas BPBD dan juga relawan sudah dibentuk untuk mempercepat penanggulangan bencana dan meminimalisasikan dampak baik kerugian harta maupun jiwa.


(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com