Hal itu juga merupakan pesan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo kepada para Danrem dan Dandim se-Indonesia yang disampaikan dalam apel bersama di Secapa AD, Jalan Hegarmanah, Kota Bandung, Rabu (29/11/2017).
"Jadi sejak awal mereka harus tahu pemetaan untuk tahu tokoh-tokoh masyarakat yang berpengaruh siapa," kata Gatot.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ada gesekan, tokoh masyarakat itu kita ajak bersama untuk selesaikan gesekan yang ada," katanya.
Gatot mengatakan persiapan harus mulai dilakukan sejak dini. Pihaknya mengantisipasi suasana panas seperti pelaksanaan Pilgub DKI Jakarta kemarin.
"Dari instansi terkait dan masyarakat juga harus benar-benar karena demokrasi itu pesta, senang-senang, bukan ribut-ribut. Karena bangsa ini perlu stabilitas keamanan dan politik itu intinya," tutur jendral bintang empat tersebut.
Disinggung soal peta kerawanan konflik, sambung dia, pihaknya tidak bisa memprediksi lokasi mana yang merupakan zona 'merah' Pilkada serentak. Meski begitu, TNI tetap siap untuk melakukan pengamanan membantu Polri.
"Kita harus prediksi semuanya kemungkinan rawan sehingga kita siap. Bukan wujudkan kerawanan. Kira harus siap menghadapi segala kemungkinan yang ada," tandasnya. (ern/ern)










































