Dikatakan Kepala Bidang Binamarga, Suhendar Syarif pihaknya telah mengagendakan perbaikan titik yang dikeluhkan masyarakat pada tahun 2018 mendatang. Selain penanganan darurat betonisasi jalan juga akan dilakukan.
Baca Juga: Warga Sukabumi Keluhkan Jalanan Perkotaan Mirip Kolam
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskan Seuhendar, untuk wilayah pasar kerusakan jelas sering terjadi karena minimnya kesadaran warga pasar dalam membuang sampah yang akibatnya berimbas kepada macetnya saluran pembuangan.
"Ada beberapa faktor seringnya jalan di area pasar kerap mengalami kerusakan, got yang tersumbat air meluber ke jalan dan bakteri dari sampah. Jangan salah daun-daun begitu bisa merusak aspalan loh," lanjut Suhendar.
Pada 2018 mendatang yang menjadi skala prioritas Binamarga adalah pasar Julius Usman dibarengi dengan tindakan normalisasi saluran stasiun timur. Suhendar menyebut ada dua pilihan perbaikan bila menggunakan aspal biaya pembangunan murah bamun pemeliharaan mahal dan bila menggunakan beton sebaliknya.
"Aspal bangun murah pelihara mahal, beton bangun mahal pemeliharaan murah. Kita pilih beton, karena target kita semua jalan di wilayah Kota Sukabumi sudah harus beton," ucapnya.
"Untuk di Pasar Gudang yang katanya mirip kolam pastinya kita lakukan normalisasi, penambalan dan tekhnis lainnya. Namun yang pasti skala prioritas kami di pasar Julius Usman yang memang kondisinya sangat parah," tutupnya.
Seperti diberitakan warga Kota Sukabumi Jawa Barat mengeluhkan jalan di perkotaan yang mirip kolam. Keluhan ini wajar muncul karena banyak genangan air akibat lubang jalan di sejumlah titik terutama di area-area pasar.
Pengataman detikcom 'kolam' pertama berada di sekitar Pasar Gudang, Tipar Gede yang menjadi penghubung Jalan Palabuhan II. Terdapat lubang jalan yang menghabiskan nyaris seluruh badan jalan. Sebelum musim penghujan warga tidak mempersoalkan kondisi itu namun ketika musim penghujan datang, lubang itu berubah menjadi genangan air yang cukup dalam.
(avi/avi)











































