Polda Jabar Minta Ulama Ceramah Bahaya Narkoba

Polda Jabar Minta Ulama Ceramah Bahaya Narkoba

Tri Ispranoto - detikNews
Senin, 27 Nov 2017 12:25 WIB
Polda Jabar Minta Ulama Ceramah Bahaya Narkoba
suasana pertemuan/Foto: Tri Ispranoto
Bandung - Para pejabat di lingkungan Polda Jabar menggelar pertemuan dengan sejumlah pengurus MUI Jabar untuk membahas sejumlah permasalahan. Salah satunya adalah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan dalam pertemuan yang digelar di Gedung MUI Jabar, Jalan LL RE Martadinata (Riau), Kota Bandung itu pihaknya mendiskusikan tiga hal penting yang terjadi di Jabar.

"Pertama informasi gangguan Kamtibmas seperti narkoba dan pelaku begal. Harapan saya nanti MUI bisa memberikan arahan, tausiah-tausiah, ceramah-ceramah soal bahaya narkoba," ujar Agung usai pertemuan, Senin (27/11/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agung mengungkapkan saat ini bahaya narkoba sudah mulai merasuki ranah pemuda sehingga dianggap berbahaya bagi generasi penerus bangsa.

Selain itu hal lain yang menjadi bahan diskusi adalah kondisi alam di Jabar memasuki musim hujan kerap dilanda banjir dan longsor yang tak jarang memakan korban jiwa. Pihaknya meminta agar MUI bisa mengedukasi masyarakat dengan fatwa dan hadis soal lingkungan.

"Jadi gabungan polisi dari sisi hukum dan MUI dari sisi kajian bisa digabung untuk menjaga lingkungan kita," ucapnya.

Terakhir, kata Agung, adalah diskusi mengenai Pilkada serentak yang tak lama lagi akan disambut oleh warga Jabar. "Kita berharap MUI melalui kegiatan-kegiatan religius bisa tetap menyatukan warga dalam suasana persatuan dan kesatuan," katanya.

Di tempat yang sama Ketua MUI Jabar Rachmat Syafe'i mengatakan tiga bahan diskusi tersebut akan disampaikan ke seluruh lapisan mulai di tingkat provinsi hingga desa. Sehingga apa yang diharapkan kepolisian untuk menjaga kamtibmas bisa terjaga.

"Kita bersama melakukan dakwah untuk menegakkan kebenaran dengan pendekatan terhadap masyarakat. Kita saling koreksi kekurangan, merangkul dan menasehati masyarakat," ujar Rachmat. (avi/avi)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads