Siswa dan Warga Garut Bersihkan Lumpur Usai Banjir Surut

Siswa dan Warga Garut Bersihkan Lumpur Usai Banjir Surut

Hakim Ghani - detikNews
Kamis, 23 Nov 2017 12:47 WIB
Siswa dan Warga Garut Bersihkan Lumpur Usai Banjir Surut
Sejumlah siswa membersihkan lumpur setelah banjir merendam sekolahnya. (Foto: Hakim Ghani/detikcom)
Garut - Genangan air menerjang tiga perkampungan di Kabupaten Garut berangsur surut. Warga dibantu petugas mulai bergerak membersihkan lumpur terbawa arus banjir.

Aktivitas tersebut berlangsung di Kampung Cijanur, Desa Sukamanah, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (23/11/2017). Ketebalan lumpur di permukiman warga ini sekitar 20 sentimeter.

Warga membersihkan lumpur menggunakan sapu dan sekop. Sebagian warga lainnya mengeluarkan barang-barang dari dalam rumah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski terdampak banjir, warga tidak mau mengungsi. "Enggak mau kalau mengungsi. Ya meskipun kondisinya begini tapi lebih enak kalau di rumah sendiri," ucap Suhaeni (40), salah satu warga Kampung Cijanur.

Alasan lainnya yaitu dia khawatir meninggalkan barang-barang berharga di dalam rumahnya. "Terpenting sekarang ini rumah dibersihkan dulu saja," kata Suhaeni.

Banjir menerjang Kampung Cijanur, Cipeyeum dan Cipeundeuy, pada Rabu (22/11) malam. Banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Cipedes setelah Garut diguyur hujan.

Dampak banjir ini membuat para murid SDN 1 Malangbong kerja bakti. Sejumlah ruang kelas dan halaman sekolah itu terendam air bercampur lumpur.

"Memang ini kemarin sempat tergenang banjir. Di kelas juga ada yang bocor, jadi basah di dalam," ucap Kepala SDN 1 Malangbong Satya Nugraha kepada detikcom di kantornya.

Sekolah itu terletak di Jalan Raya Malangbong atau tepatnya bersampingan dengan Alun-alun Malangbong. Akibat kebanjiran ini aktivitas belajar mengajar ditiadakan.

Setya menjelaskan sebanyak enam kelas tergenang air bercampur lumpur. "Dari delapan ruangan kelas yang ada enam diantaranya kebanjiran," ucap Setya.

Sejumlah siswa membersihkan kelas dengan alat seadanya. Mereka berbekal sapu lidi, kain dan pewangi lantai. "Supaya cepat bersih airnya. Biar bisa sekolah lagi," kata Zahra Sofia (8), salah satu siswa. (bbn/bbn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads